Tanjungpinang, mejaredaksi – Rencana pembangunan Tugu Bahasa di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, semakin matang dengan paparan desain terbaru. Namun, di balik janji akan sebuah ikon sejarah yang multifungsi, bahkan bisa menjadi penentu awal Ramadhan dan Syawal, nilai dan sumber anggaran megaproyek ini masih diselimuti ketidakpastian.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, memastikan proyek ini akan dieksekusi pada tahun 2026. Ia mengungkapkan bahwa konsultan baru telah merampungkan disain. Posisi tugu kini digeser ke lokasi yang sedikit lebih tinggi.
Tugu Bahasa ini tidak hanya didirikan sebagai penghormatan terhadap sejarah bahasa Melayu yang berpusat di Pulau Penyengat. Lebih dari itu, Ansar Ahmad menjanjikan fungsi modern yang canggih.
“Nanti akan ada teleskop untuk melihat anak bulan saat memasuki Ramadhan dan Syawal, jadi banyak manfaatnya,” ujar Ansar.
Fitur teleskop untuk kegiatan rukyatul hilal ini secara signifikan meningkatkan nilai strategis tugu, mengubahnya menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus destinasi wisata ilmu pengetahuan.
Teka-teki Anggaran: Pinjaman atau Bantuan Pusat?
Meski visi pembangunannya jelas dan berorientasi manfaat, Gubernur Ansar Ahmad mengakui belum bisa memastikan berapa total biaya yang dibutuhkan dan dari mana dananya berasal.
Sebelumnya, Pemprov Kepri telah menjajaki opsi pinjaman. Ansar telah bertemu dengan Bank Riau Kepri Syariah dan PT. SMI untuk membahas mekanisme pinjaman bagi pembangunan dan perbaikan infrastruktur. Rencananya, sebagian dana pinjaman ini akan dialokasikan untuk Tugu Bahasa.
Namun, opsi lain juga tengah diupayakan. Pemprov diketahui telah mengajukan proposal bantuan ke Kementerian Kebudayaan senilai Rp30 Miliar.
“Untuk anggaran belum, nanti kalau sudah waktunya akan disampaikan… Ya (untuk Tugu Bahasa) tapi masih berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat,” tambah Ansar.
Ketidakjelasan sumber pendanaan ini, apakah dari pinjaman daerah, kucuran dana pusat, atau kombinasi keduanya?










