Tanjungpinang, mejaredaksi – Universitas Maritim Raja Ali Haji kembali melahirkan ratusan lulusan baru yang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman berbasis teknologi. Dalam Wisuda ke-26 yang digelar di Kampus Dompak, Sabtu (28/3/2026), sebanyak 478 wisudawan resmi dikukuhkan.
Ansar Ahmad yang hadir langsung dalam prosesi tersebut menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi saat ini tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi global.
Menurutnya, dunia telah memasuki era Society 5.0—fase di mana teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Internet of Things (IoT) menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tetap bergantung pada kualitas manusia yang menggunakannya.
“Teknologi hanyalah alat. Manusialah yang menentukan arah dan nilai pemanfaatannya,” tegas Ansar.
Sebanyak 478 lulusan tersebut berasal dari berbagai fakultas, mulai dari Ilmu Sosial dan Politik hingga Teknik Kelautan dan Pascasarjana. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta solusi di tengah masyarakat.
Ansar juga menyinggung makna simbolis pemindahan tali toga dalam prosesi wisuda. Ia menyebut momen tersebut sebagai titik transisi penting dari dunia akademik menuju realitas kehidupan profesional.
“Ini bukan sekadar seremoni, tapi simbol perubahan dari pelajar menjadi intelektual dan agen perubahan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ansar memaparkan komitmen Pemerintah Provinsi Kepri dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya melalui alokasi anggaran pendidikan yang mencapai 21 persen dari APBD.
Sejak 2022 hingga 2025, Pemprov Kepri juga telah menggelontorkan beasiswa senilai Rp2,99 miliar kepada lebih dari 1.100 mahasiswa. Dukungan juga diberikan kepada tenaga pendidik di wilayah terluar serta penguatan kerja sama internasional.
Hasilnya mulai terlihat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri meningkat menjadi 80,53 pada 2025, menempatkannya di posisi teratas di Sumatera. Pertumbuhan ekonomi juga mencapai 6,94 persen, dengan tren penurunan angka pengangguran.
Sebagai perguruan tinggi berbasis kemaritiman, UMRAH didorong menjadi pusat unggulan pendidikan maritim di kawasan ASEAN. Kolaborasi internasional dan penguatan riset dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing lulusan.
Rektor UMRAH, Agung Dhamar Syakti, bersama civitas akademika turut hadir dalam prosesi tersebut, yang juga dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh penting di Kepulauan Riau.
Di akhir sambutannya, Ansar menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, sekaligus harapan agar mereka mampu membawa perubahan positif bagi daerah.
“Ini adalah kebanggaan, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi Kepulauan Riau,” tutupnya.












