
Tanjungpinang, MR – Sebanyak 207 Jemaah Calon Haji (JCH) Kota Tanjunginang, Kepulauan Riau, Kamis (4/5/2023) menjalani pemberian vaksinasi menginitis meningokous yang dilaksanakan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga setempat.
Pemberian vaksinasi dilaksanakan di Puskesmas Tanjungpinang Barat, sekaligus pemberian vaksin influenza.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Kota Tanjungpinang, dr Elfiani Sandri MPH menjelaskan, pemberian vaksinasi menginitis hari ini diikuti oleh sebanyak 207 JCH Tanjungpinang.
“Yang terdaftar ada 207 jemaah. Jumlah ini berdasarkan data diberikan oleh Kemenag, yakni JCH yang telah melaksanakan pelunasan biaya haji dan telah istitha’ah. Sebenarnya lebih dari itu,” sebut Sandri.
Istitha’ah merupakan kemampuan Jemaah Calon Haji dari aspek kesehatan yang meliputi fisik dan mental yang terukur berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakuan sebelumnya. Di Tanjungpinang JCH mengikuti dua tahapan pemeriksaan kesehatan sebelum kemudian dinyatakan istitha’ah.
Selain 207 JCH Tanjungpinang, pemberian vaksinasi juga diikuti oleh 15 JCH dari luar daerah serta petugas pendamping haji. Jumlah keseluruhan sebanyak 222 orang.
Sandri menyebut, ada kemungkinan dilaksanakan pemberian vaksin susulan bagi JCH yang belum melaksanakan pelunasan.
“Kapan jadwalnya tergantung Kemenag. Pemberian vaksin menginitis susulan termasuk pula bagi JCH dari daerah lain yang akan melaksanakannya di Tanjungpinang,” papar Sandri.
Syaratnya sama seperti pelaksanaan saat ini, telah melaksanakan pelunasan biaya haji atau nomor porsi haji telah terdaftar di dalam Siskohat dan telah dinyatakan istitha’ah.
Ia menjelaskan telah mengajukan vaksinasi tambahan dar jumlah kuota haji Kota Tanjunginang 2023.
“Kalau pun nanti masih kurang, makan bisa kembali diajukan penambahan,” sebutnya.
Didominasi Lansia
Kuota haji Kota Tanjunginang tahun 2023 ini berjumlah sekitar 250 orang, mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang hanya 98 orang.
Menurut dr Sandri JCH Kota Tanjungpinang tahun ini didominasi oleh lanjut usia (lansia) yang tertunda keberangkatannya.
Dominasi lansia dia sebut disebabkan adanya pelarangan pemberangkatan JCH tergolong lansia di masa Pandemi Covid-19.
Penulis/Editor : Andri






