
Bintan, MR – Cuaca ekstrim mengakibatkan balok penahan ombak di Desa Pulau Pinang, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, rusak akibat dihantam ombak.
Setidaknya 40 meter dari 135 meter balok penahan ombak yang melindungi pemukiman warga di Desa Pulau Pinang rusak. Balok terbuat dari semen itu nampak tertumpuk satu sama lain. Ombak telah membuyarkan susunan balok yang diikat dengan semen.
“Yang herannya, pasir yang mengikat balok di bagian depan hilang terbawa ombak,” ujar Murtada, Kepala Desa Pulau Pinang.
Menurut Murtada, kejadian rusaknya balok penahan ombak itu terjadi dalam sepekan terakhir.
“Perlahan-lahan dikikis ombak. Tidak sekaligus,” ungkapnya.

Ombak dan angin kencang pada musim angin utara disebut Murtada merupakan hal yang biasa dihadapi warga Desa Pulau Pinang. Tapi pada tahun ini cuaca lebih terasa ekstrim. Ombak pada musim ini disebut Murtada bahkan bisa mencapai 5 meter.
“Angin tahun ini memang betul-betul kuat,” tambahnya.
Kondisi ini pula mengakibatkan warga Desa Pulau Pinang yang umumnya tinggal di pesisir utara mengungsi sementara ke pesisir selatan.
“Untuk sementara balok yang rusak ini tidak bisa diperbaiki. Percuma kalau diperbaiki sekarang. Ombak masih besar. Setelah cuaca baik baru nanti kami akan bergotong royong memperbaikinya,” ungkap Murtada. (Med)






