
Tanjungpinang, mejaredaksi – Perusahan Umum (Perum) Bulog subdrive Tanjungpinang menyatakan tidak ada terjadinya kelangkaan beras SPHP, yang dijual di ritel modern wilayah setempat.
Bulog Tanjungpinang, sebelumnya telah melakukan pengecekan, terhadap ketersediaan beras medium SPHP dan beras kita premium, di swalayan hingga supermarket.
“Sudah kita cek beberapa ritel. Tidak ada kelangkaan, stok kita juga tersedia,” kata Arief, Kamis (15/2).
Menurutnya, kelangkaan beras SPHP hanya terjadi di ritel modern yang tidak bekerjasama dengan Bulog. Memang, kata Arief ada beberapa supermarket yang lebih memilih membeli beras SPHP dari distributor.
“Ritel modern semuanya sudah ditawari, namun ada yang tidak mau. Yang tidak bekerjasama itu, ambilnya langsung ke distributor,” ujarnya.
Per ritel modern, kata Arief diberikan kuota beras SPHP sebanyak 2 Ton dalam satu minggu. Hal ini, agar tidak ada terjadinya penimbunan beras pemerintah tersebut.
Ia menambahkan, saat ini stok beras SPHP yang tersedia di Gudang Bulog Tanjungpinang ada sebanyak 900 ton. Kemudian yang sedang dalam perjalanan dari Jakarta ke Tanjungpinang ada sebanyak 2.000 ton.
“Sedang dalam perjalanan 2.000 ton. Bisa mencukupi saat Idul Fitri nanti, bahkan sampai Desember,” tutupnya.
Penulis: Ismail
Editor: Syaiful






