
Batam, mejaredaksi – Risky (15) seorang remaja yang dinyatakan hilang tenggelam di perairan PT ASL Shipyard Kota Batam ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa.
Risky ditemukan mengapung oleh tim gabungan pencarian, pada Rabu (13/3) sekitar pukul 09.30 WIB. “Korban langsung dibawa ke Rumah sakit Bhayangkara Batam,” kata Kepala Basarnas Tanjungpinang, Slamet Riyadi.
Risky merupakan salah satu korban kecelakaan sampan yang terjadi di perairan PT ASL Shipyard Kota Batam. Korban meninggal lainnya ialah Daffa usia 12 tahun.
“Sementara korban selamat ada tiga orang, yaitu Wahidin usia 36 tahun, Ayub 15 tahun dan Saiful 16 tahun. Total korban ada lima orang,” tambahnya.
Ia menerangkan, awalnya Basarnas Tanjungpinang menerima informasi kecelakaan kapal sampan, yang terseret arus bawah laut di wilayah Perairan PT. ASL Shipyard, Kota Batam, pada hari Senin (11/3) sore kemarin.
Ia menerangkan, kejadian ini berawal saat Wahidin Tanjung, bersama dengan empat orang korban lainnya, yakni Sholauddin Alayubi , Saiful Azis, Riski dan Daffa (11) berencana untuk pergi memancing di perairan PT. ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Batam.
Kelima orang korban berangkat dari Pelabuhan Pandan Bahari kurang lebih pada pukul 16.10 WIB menggunakan kapal sampan dayung.
Tak lama tiba di lokasi, sampan yang mereka naiki malah terbawa arus gelombang air laut ke bawah kapal tugboat yang sedang melaksanakan lego jangkar di perairan PT. ASL.
“Tiga orang korban berhasil menyelamatkan diri dengan cara berenang dan menaiki kapal tugboat yang sedang lego jangkar. Sementara korban atas nama Riski dan Daffa tidak dapat menyelamatkan diri,” pungkasnya.
Penulis: Ismail
Editor: Syaiful






