Tanjungpinang, mejaredaksi – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) bekerja sama dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tanjungpinang meningkatkan pengawasan melalui patroli laut di perairan Tanjungpinang, Kamis (19/12/2024).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergitas antar instansi sekaligus memastikan lalu lintas komoditas sesuai regulasi.
Kepala Karantina Kepri, Herwintarti, menekankan pentingnya pengawasan ketat di wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura.
“Provinsi Kepri dengan dominasi wilayah laut, memiliki banyak pelabuhan rakyat atau tidak resmi yang menjadi titik masuk dan keluar komoditas wajib lapor karantina. Karena itu, kolaborasi dengan otoritas pelabuhan, seperti Bea Cukai Tanjungpinang, sangat penting,” ujar Herwin.
Patroli ini tidak hanya memastikan pemenuhan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 dan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2023, tetapi juga bertujuan mencegah masuknya penyakit seperti African Swine Fever (ASF) yang baru-baru ini terdeteksi di Nabire, Papua Tengah.
“Maksimum security di entry point adalah langkah mitigasi untuk mencegah ancaman penyakit karantina.” tegas Herwin.
Sebagai upaya pengawasan, setiap produk pertanian dan perikanan yang dilalulintaskan wajib memenuhi persyaratan, termasuk Sertifikat Kesehatan, dan dilaporkan kepada pejabat karantina. Pelanggaran terhadap persyaratan ini dapat dikenakan sanksi pidana sesuai ketentuan yang berlaku.
Herwin juga menyoroti Pulau Bulan, pusat peternakan babi yang mengekspor hingga 1.000 ekor per hari ke Singapura, sebagai salah satu fokus mitigasi risiko penyakit hewan.
“Dengan peningkatan lalu lintas orang dan barang selama Nataru, pengawasan karantina dan kolaborasi antarinstansi di pintu perbatasan harus dioptimalkan,” tambahnya.
Untuk ke depan, Herwin berharap adanya integrasi pengawasan melalui SOP bersama antara Custom, Immigration, dan Quarantine (CIQ).
“Sistem seperti join single submission, join inspection, dan join operation di Kepri diharapkan mempermudah pengawasan dan meningkatkan efektivitas,” pungkasnya.
Penulis/Editor: Panca






