Jakarta, mejaredaksi – Kecelakaan tragis antara kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur kini memasuki tahap penyelidikan mendalam. Korlantas Polri mengerahkan teknologi canggih untuk mengungkap secara detail kronologi tabrakan yang menewaskan 14 orang tersebut.
Insiden yang terjadi pada Senin malam (27/4/2026) sekitar pukul 20.50 WIB itu juga menyebabkan belasan orang meninggal dunia, puluhan orang mengalami luka-luka dan saat ini dirawat di berbagai rumah sakit di wilayah Bekasi.
Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Selasa (28/4/2026), penyidik menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA), sebuah teknologi modern yang mampu merekonstruksi peristiwa secara visual dan presisi tinggi.
Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, menjelaskan bahwa pihaknya mengandalkan dua perangkat utama dalam proses ini.
“Alat TAA kami ada dua, satu statis dengan kamera LiDAR dan kamera 360 derajat yang mampu memetakan lingkungan secara menyeluruh, serta alat portable berbasis drone untuk menghasilkan tampilan helicopter view dalam bentuk 3 dimensi kualitas 4K,” ujarnya.
Menurut Sandhi, hasil rekaman tersebut akan menjadi alat bukti elektronik yang sah dalam proses hukum, mulai dari penyidikan hingga persidangan.
Tak hanya fokus pada tabrakan kereta, Korlantas juga menyoroti keterlibatan kendaraan taksi berwarna hijau yang berada di lokasi kejadian. Evaluasi terhadap perusahaan taksi tersebut akan dilakukan melalui koordinasi antara Ditgakkum dan Ditkamsel.
“Kami akan mengevaluasi keterlibatan taksi hijau yang kerap muncul dalam beberapa insiden,” tambahnya.
Ia menegaskan, tragedi ini harus menjadi momentum evaluasi bagi seluruh pihak, termasuk operator perkeretaapian, untuk memperkuat sistem keselamatan dan informasi di lapangan.
Diketahui, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi menabrak KRL lintas Kampung Bandan–Cikarang saat melintas di Stasiun Bekasi Timur. Benturan keras tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka dalam jumlah besar, sekaligus menjadi salah satu kecelakaan kereta paling serius tahun ini.






