
Natuna, MR – Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) bersama jajaran BPBD Natuna melakukan pemantauan sejumlah lokasi rawan banjir di Kota Ranai, Rabu (1/3/2023).
Pemantauan lokasi rawan banjir ini digelar setelah terjadi luapan sungai cukup tinggi dan penambahan lokasi genangan air diakibatkan peningkatan curah hujan dalam dua hari terakhir.
KPP Natuna bersama BPBD dan potensi SAR meliputi perangkat desa, petugas Damkar dan Orari diturunkan untuk melakukan pemantauan di sejumlah lokasi di Ranai.
Di antaranya Jalan Pramuka, Sual, Bandarsyah, Pantai Piwang, Ranai Darat, dan Masjid Agung.
Dalam pemantauannya, tim rescue dari KPP Natuna menurunkan truk personil, peralatan SAR air lengkap, peralatan evakuasi, dan peralatan keselamatan.
“Dari pemantauan dilakukan sejauh ini kondisi masih dalam kategori aman. Tidak ditemukan adanya genangan air dalam kategori membahayakan,” ungkap Abdul Rahman, Kepala KPP Natuna.
Informasi dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan cukup tinggi masih berpotensi terjadi di Natuna.
Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan peningkatan gelombang hingga 4 meter.
Suhu udara rata-rata di Natuna mencapai 27°C dengan kecepatan angin berkisar antara 10-25 knot per jam, dengan kelembapan udara mencapai 85 persen.
Penulis / Editor : Andri






