Polri Kerahkan Operasi Nasional Mitigasi Bencana, 87 Ribu Personel Standby

Jakarta, mejaredaksi – Polri menyiapkan kekuatan penuh dalam upaya penanggulangan bencana yang menerjang sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Pusat operasi digerakkan dari Mako Polisi Udara Pondok Cabe, tempat pesawat CN dan Fokker diberangkatkan membawa logistik serta tim bantuan darurat.

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa langkah ini merupakan respons cepat atas instruksi pimpinan negara.

“Polri diminta segera melakukan tindakan nyata dalam rangka mitigasi bencana, dan instruksi ini langsung ditindaklanjuti hari ini,” ujarnya.

Bukan hanya kotak logistik yang terbang, tetapi juga kesiapan kekuatan manusia. Total 87.924 personel Polri telah disiagakan di seluruh Indonesia, termasuk ribuan dari Polda Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Dalam kesempatan yang sama, Trunoyudo menyampaikan rasa empati mendalam kepada warga terdampak.

“Mari kita doakan para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarga diberikan ketabahan,” ucapnya.

Bantuan yang diterbangkan terdiri dari ribuan paket untuk ibu dan anak, obat-obatan, jas hujan, selimut, kasur lipat, makanan cepat saji, hingga perangkat vital seperti genset, masker, Techno WiFi, dan portable solar generator, teknologi yang bisa jadi penyelamat di lokasi tanpa listrik.

Sementara itu, peralatan SAR digerakkan dalam skala besar terdiri dari puluhan perahu karet, ratusan pelampung, tenda peleton, tenda dokas, fieldbed, MTP, sampai senso dan skop runcing.

Operasi distribusi diperkuat penuh. Kapal Polair Jalak 5002, Kutilang 5005, dan Pingwin 5011 disiagakan untuk menjangkau titik-titik sulit. Dari udara, helikopter berbagai polda ikut menyokong operasi.

Untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tidak terhambat, Polri juga mengaktifkan 28 dapur lapangan di 22 polda, siap memasak ribuan porsi makanan setiap hari.

Dengan kesiapan terukur dan gerakan serempak di tiga matra, Polri menegaskan bahwa operasi mitigasi bencana ini bukan sekadar respons, tetapi komitmen penuh untuk memulihkan daerah terdampak secepat mungkin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *