Tanjungpinang,mejaredaksi – Kabut asap tipis mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Pulau Sumatera dan Kalimantan.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Dinas Kesehatan Provinsi Kepri karena kualitas udara yang kurang sehat sehingga dapat mengakibatkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Mohammad Bisri, mengimbau masyarakat memperketat penggunaan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
“Jika kondisinya makin memburuk, gunakan masker yang lebih tebal, agar tidak menghirup udara secara langsung,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (07/9/2026).
Ia menjelaskan, paparan udara yang tidak sehat akibat kabut asap dapat berdampak terhadap kesehatan pernapasan. Terlebih, kasus ISPA di Kepri mulai menunjukkan peningkatan.
Berdasarkan data Dinkes Kepri, kasus ISPA pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 3.022 kasus. Memasuki September 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi 3.230 kasus.
“Sekarang naik sebesar 200 kasus dari bulan Agustus ke September, ini menjadi perhatian kita,” tegasnya.
Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kabut asap masih menyelimuti wilayah Kepri.
“Kita meminta masyarakat membatasi aktivitas diluar dan memakai masker agar mengurangi paparan polusi udara,”ungkapnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat, terutama kelompok rentan, agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan ketika kualitas udara memburuk akibat asap kiriman tersebut.
“Gunakan masker dan kurangin aktivitas diluar. sebagai upaya mencegah dan menghindari resiko yang dapat menimbulkan ISPA,” tutupnya.









