Buntut Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal di Bintan, BPOM Tanjungpinang Perketat Pengawasan

Kepala BPOM Tanjungpinang, Irdiansyah mengatakan pihaknya akan memperketat pengawasan terkait beredarnya kosmetik ilegal di Kepri (Ismail)

Tanjungpinang, mejaredaksi – Tim gabungan BPOM dan kepolisian melakukan penggerebekan pabrik kosmetik ilegal, yang beroperasi di komplek Citra Onix, Tanjung Uban Selatan, Kabupaten Bintan.

Kosmetik tanpa izin edar (TIE) yang diproduksi di rumah tersebut ternyata sudah beredar luas di daerah yang ada di Provinsi Kepri.

Sehingga, BPOM Tanjungpinang akan memperketat pengawasan, terkait adanya kosmetik TIE yang telah beredar itu.

Kepala BPOM Tanjungpinang, Irdiansyah mengakui, pihaknya akan melakukan pengawasan di toko penjual kosmetik yang ada di Tanjungpinang dan Bintan.

“Kita juga akan memeriksa di online, seperti market place, karena kita ada tim patroli cyber,” kata Irdiansyah, Rabu (24/4/2024).

Irdiansyah menerangkan, dalam penggerebekan itu pihaknya telah mengamankan 80 item kosmetik, serta bahan dan alat pembuat kosmetik.

“Saat ini sampel kosmetik produksi sendiri tersebut sedang diuji, belum tau kandungannya berbahaya atau tidak,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, penggerebekan ini berawal dari BPOM Tanjungpinang menerima aduan dari masyarakat, terkait adanya kosmetik yang dijual tanpa adanya izin edar.

Lalu, Tim gabungan melakukan penelusuran dengan mendatangi kediaman pemilik kosmetik tersebut. Usut punya usut, rumah itu ternyata dijadikan tempat produksi kosmetik.

“Tiga jam kita tunggu sampai pemilik bukain pintu. Ternyata di dalam rumah itu, ada alat alat yang digunakan untuk memproduksi kosmetik,” kata, Irdiansyah.

Dalam penggerebekan ini, petugas menemukan dan mengamankan 80 item kosmetik, bahan dan alat produksi kosmetik.

Iradiansyah menyampaikan, pemilik pabrik berinisial KR diduga memproduksi sendiri kosmetik berupa losyen, krim wajah hingga tubuh.

Selain itu, terdapat sebagian kosmetik yang berasal dari China. Kosmetik itu dijual kembali dengan menggunakan label lain.

“Kalau zat bahaya kita harus uji dulu. Saat ini sedang dalam tahap diuji. Selain itu, sebagian kosmetik berasal dari China, sebagian lagi buat sendiri,” ungkapnya.

Penulis: Ismail
Editor: Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *