Bantuan pertanian, bantuan perikanan, bantuan sembako pada warga miskin, bantuan kepada 1.122 koperasi dan UMKM dengan total 6,4 Milyar, bantuan 3.000 gerobak kepada pelaku UMKM.
Selanjutnya bantuan penyediaan Jamkesda sebesar Rp5,1 milyar, bantuan Program Jaminan Sosial JKN/KIS sebesar Rp24,1 milyar.
Pemberian bantuan sosial kemasyarakatan sebesar Rp6,1 milyar, program Pengendalian Inflasi dengan pelaksanaan bazar dan pasar murah, program Mubaliq Hinterland dengan mengirimkan mubaliq ke pulua pulau dalam rangka syiar dan mengedukasi masyarakat di wilayah hinterland, dan program Pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja.
Berbagai program ini telah berkontribusi dan berdampak terhadap capaian pembangunan di Provinsi Kepulauan. Realisasi program-program pemulihan ekonomi nasional untuk klaster perlindungan sosial ini bisa mengurangi beban masyarakat dan memicu peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat.
Indikator Kinerja Daerah Provinsi Kepri

Kerja keras Ansar Ahmad dan Marlin Agustina untuk menunaikan tugas mereka sebagai kepala daerah Provinsi Kepri mulai menghasilkan capaian yang bagus.
Untuk mengukur tingkat keberhasilan atau pencapaian visi dan misi, Ansar Ahmad-Marlin Agustina selama dua tahun mereka menjabat, maka ditetapkanlah beberapa indikator kinerja daerah.
Dalam indikator kinerja daerah terbagi menjadi 3 kelompok aspek yaitu aspek kesejahteraan masyarakat, aspek pelayanan umum dan aspek daya saing daerah.
Pada fokus kesejahteraan dan pemerataan ekonomi, serta kesejahteraan sosial, ukuran tingkat keberhasilan dan kemajuan pembangunan digunakan indikator yang bersifat umum (makro) yang secara universal sudah biasa di gunakan sebagai salah satu pendekatan ukuran (indikator).
Indikator umum (makro) merupakan indikator gabungan (komposit) dari berbagai kegiatan pembangunan ekonomi maupun sosial.






