Deretan Prestasi Personel Warnai Upacara Hari Kesadaran Nasional Polda Kepri

Tanjungpinang, mejaredaksi – Upacara Hari Kesadaran Nasional di lingkungan Polda Kepulauan Riau, Rabu (18/2/2026), menjadi panggung apresiasi bagi personel berprestasi. Dipimpin langsung Kapolda Kepri Asep Safrudin, kegiatan ini menegaskan bahwa kinerja nyata di lapangan adalah wajah sesungguhnya institusi kepolisian.

Momen upacara tersebut berubah menjadi etalase capaian dari pengungkapan kasus besar hingga aksi kemanusiaan yang menyentuh langsung masyarakat.

Salah satu prestasi yang mendapat sorotan adalah keberhasilan pengungkapan tindak pidana korupsi revitalisasi Kolam Dermaga Utara Terminal Batu Ampar dengan nilai kerugian negara mencapai Rp30,6 miliar. Pengungkapan ini dinilai sebagai bukti komitmen pemberantasan korupsi di wilayah strategis perbatasan.

Selain itu, tim lainnya sukses membongkar kasus mafia tanah seluas ±175,39 hektare di Pulau Rempang, Kota Batam. Penanganan kasus tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga kepastian hukum dan iklim investasi di daerah.

Prestasi tak hanya di sektor penegakan hukum. Personel juga diapresiasi atas dukungan terhadap program MBG Polri dan kelancaran rantai pasok SPPG, yang mendukung kebijakan nasional di bidang pemenuhan gizi.

Di bidang kemanusiaan, anggota yang tergabung dalam tim trauma healing mendapat penghargaan atas keterlibatan mereka dalam penanganan bencana di Sumatera. Pendekatan humanis ini mempertegas bahwa polisi bukan hanya hadir saat ada pelanggaran hukum, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan pemulihan psikologis.

Dedikasi dalam penanggulangan kebakaran di kawasan Tanjung Uncang dan Mega Legenda, Batam, turut diapresiasi. Respons cepat di situasi darurat menunjukkan kesiapan personel dalam melindungi keselamatan warga.

Salah satu kisah yang mencuri perhatian adalah dedikasi anggota yang secara sukarela menjadi pengemudi mobil jenazah di Kabupaten Kepulauan Anambas. Pengabdian tanpa pamrih ini menjadi simbol pelayanan tulus yang membangun kepercayaan publik.

Kapolda Kperi, Irjen Asep Safrudin menegaskan bahwa penghargaan bukan sekadar simbol, melainkan bentuk pengakuan atas integritas, loyalitas, dan kerja keras anggota di lapangan.

“Capaian tersebut menjadi energi kolektif untuk terus meningkatkan profesionalisme, terlebih menjelang Ramadan 1447 Hijriah agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar Kapolda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *