Dinkes: Situasi Campak di Tanjungpinang Masih Terkendali Meski Ada 26 Laporan Awal 2026

Tanjungpinang, mejaredaksi – Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang mencatat adanya puluhan laporan dugaan kasus Campak sejak awal tahun 2026. Meski demikian, kondisi di daerah ini masih dinilai terkendali dibandingkan tren nasional yang mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam, mengatakan hingga pertengahan Maret 2026 terdapat 26 laporan suspek campak yang masuk ke sistem pemantauan kesehatan.

Dari jumlah tersebut, delapan sampel pasien telah dikirim ke laboratorium untuk memastikan apakah benar terkonfirmasi campak atau tidak.

“Delapan sampel sudah dikirim ke laboratorium, kita masih menunggu hasilnya untuk memastikan positif atau tidak,” ujar Rustam, Senin (16/3/2026).

Secara nasional, kasus suspek campak disebut sudah mencapai 10.453 laporan di berbagai daerah di Indonesia. Namun untuk wilayah Tanjungpinang, situasinya masih dalam kategori normal dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.

Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025 lalu hanya ditemukan 10 kasus campak positif dan dua kasus Rubella di Kota Tanjungpinang. Sementara pada tahun ini terdapat sekitar 28 orang yang masih berstatus dugaan terinfeksi campak dan sedang dalam proses pemantauan.

Rustam menjelaskan, campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat mudah menular, terutama pada anak usia mulai 9 bulan hingga usia sekolah. Penularan umumnya terjadi melalui percikan air liur atau droplet saat penderita batuk maupun bersin.

Karena itu, ia menekankan pentingnya imunisasi rutin sebagai langkah pencegahan utama. Orang tua diminta memastikan anak mendapatkan vaksin sesuai jadwal dari bayi hingga usia sekolah.

“Yang terpenting orang tua rajin memberikan imunisasi anaknya sesuai jadwal,” katanya.

Selain imunisasi, daya tahan tubuh anak juga sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang baik. Pola makan bergizi dinilai membantu meningkatkan kekebalan tubuh sehingga mampu melawan infeksi virus.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sejumlah gejala awal campak, seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah (konjungtivitis), serta munculnya ruam merah pada kulit.

“Faktor nutrisi atau makanan anak juga berpengaruh terhadap kekebalan tubuh dalam menghindari penularan campak,” pungkas Rustam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *