DKI Jakarta Sabet Terbaik 1 Duta Bahasa Nasional 2026

Jakarta,mejaredaksi – Pasangan DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, menyabet gelar Terbaik 1 Duta Bahasa Nasional 2026.

Keduanya dinobatkan sebagai pasangan terbaik setelah melewati rangkaian seleksi dan penilaian yang berlangsung selama enam hari, 14–19 September 2026, di Jakarta.

Puncak penganugerahan digelar Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), di Kantor Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta.

Sebanyak finalis dari 31 provinsi mengikuti berbagai tahapan penilaian, mulai dari tes psikologi, tuturloka atau wicara publik, krida kebahasaan, artikel kebahasaan, konten kebahasaan hingga unjuk talenta.

Penilaian kemudian berlanjut ke tahap tanya jawab yang diikuti 10 pasangan terbaik. Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari proses pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafiz Muksin, mengatakan ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya melahirkan agen perubahan di bidang kebahasaan.

“Para Duta Bahasa adalah mitra strategis kami dalam menggaungkan Trigatra Bangun Bahasa: Mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing,” ucapnya.

Posisi Terbaik 2 ditempati Jawa Timur melalui Najwan Eka Murti Setiawan dan Siti Syahira Hasnainy Putri, sedangkan Terbaik 3 diraih Bali melalui I Komang Wikananda Rama Satria Ms dan Kadek Dinda Amela Putri Darma.

Terbaik 4 diraih Jawa Barat melalui Muhammad Akmal Musthofa dan Mitha Afrida Khairunnisa, disusul DI Yogyakarta sebagai Terbaik 5 melalui Gayuh Ardian Fajri dan Krisna Puspita.

Kalimantan Barat menempati Terbaik 6 melalui Dimas Saputra dan Rahma Anggit Khairunnisa. Sementara itu, Harapan 1 diraih Lampung, Harapan 2 Sumatera Barat, Harapan 3 Sulawesi Selatan dan Barat, serta Harapan 4 Jambi.

Gelar Terfavorit juga diberikan kepada pasangan Jawa Timur, Najwan Eka Murti Setiawan dan Siti Syahira Hasnainy Putri.

Para pemenang selanjutnya akan menjalankan tugas selama satu tahun sebagai teladan literasi dan duta kebahasaan. Mereka diharapkan mampu beradaptasi dengan tantangan global sekaligus tetap menjaga identitas bangsa.