DPRD Kepri Dorong Inovasi PAD Lewat Budidaya Perikanan dan Kapal Internasional

Tanjungpinang, mejaredaksi – DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendorong Pemerintah Provinsi untuk lebih kreatif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menyusul realisasi PAD yang baru mencapai 40 persen hingga pertengahan 2025.

Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin, menilai perlunya terobosan di sektor-sektor potensial seperti perikanan dan transportasi laut internasional.

Ia menyebut, Bappeda Kepri tengah merancang pengembangan industri budidaya perikanan skala besar yang dinilai bisa menjadi motor pertumbuhan PAD ke depan.

“Di Arab Saudi mereka bisa budidaya ikan ratusan ribu hektare, Kepri alangkah bagusnya seperti itu,” kata Wahyu di Gedung DPRD Kepri, Selasa (10/6/2025).

Selain perikanan, sektor transportasi laut juga menyimpan peluang besar. Wahyu menyoroti keberadaan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Kepri yang memiliki saldo belasan miliar rupiah.

Menurutnya, dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk menghadirkan kapal penyeberangan internasional Batam–Singapura dengan harga tiket lebih terjangkau dibanding armada swasta.

“Minimal Batam-Singapura yang saat ini harga tiketnya tinggi. Dengan hadirnya BUMD Kepri kita dapat bersaing dengan swasta,” sebutnya

Sebagai langkah awal, Komisi II DPRD akan memanggil OPD penghasil, termasuk Bappeda, untuk mengevaluasi realisasi PAD semester pertama. Evaluasi ini diharapkan menghasilkan strategi konkret agar target PAD Rp1,7 triliun bisa tercapai tahun ini.

Penulis: Ismail     |     Editor: Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *