Karimun, mejaredaksi – Dua nelayan asal Desa Sanglar, Kecamatan Durai, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), dilaporkan hilang kontak sejak Kamis (20/3/2025) di perairan Pulau Petong, Kota Batam. Keduanya diketahui terakhir berkomunikasi dengan keluarga sebelum mesin kapal mereka mati.
Kedua nelayan tersebut, Raja Amri dan Emi, melaut menggunakan kapal jaring kurau berukuran GT 8 sejak Rabu (19/3/2025) sore. Hingga kini, belum ada kabar mengenai keberadaan mereka.
Kasat Polairud Polres Karimun, AKP Sarianto, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk melakukan pencarian.
“Iya ada, dua warga Kabupaten Karimun. Informasinya mereka lakukan pencarian ikan di Pulau Petong, Batam,” ujar Sarianto, Jumat (21/3/2025).
Ia menambahkan bahwa upaya pencarian melibatkan Basarnas, Polsek Moro, serta kepolisian di Kota Batam.
“Kita masih koordinasi sama Basarnas dan Polsek setempat. Kita koordinasi juga dengan Batam. Mudah-mudahan mereka selamat,” tambahnya.
Kabar hilangnya kedua nelayan ini pertama kali disebarkan melalui akun Facebook Razali Firzza Rili. Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut komunikasi terakhir dengan keluarga terjadi pada Kamis pukul 17.00 WIB.
Saat itu, kedua nelayan mengabarkan bahwa mesin kapal mereka tidak bisa dihidupkan di sekitar perairan Pulau Petong.
“Assalamualaikum Wr Wb, Bagi warga Kecamatan Durai, Kecamatan Moro, Sugie Besar, Kecamatan Inhil dan sekitarnya, kalau ada yang melihat kapal jaring kurau ini, mohon bantuannya untuk memberi informasi,” tulis Razali.
Pihak keluarga dan warga setempat kini berharap agar upaya pencarian segera membuahkan hasil dan kedua nelayan dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
Penulis: Putra | Editor: Panca












