Tanjungpinang, mejaredaksi – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin (20/7/2026), berlangsung dengan suasana berbeda. Program Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) berhasil menghadirkan pemandangan hangat ketika ratusan ayah turut mendampingi putra-putri mereka memasuki lingkungan sekolah untuk pertama kalinya.
Di SD Negeri 006 Tanjungpinang Timur, halaman sekolah dipenuhi orang tua sejak pagi. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah banyaknya para ayah yang datang langsung mengantar anak mereka, termasuk sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memanfaatkan dispensasi dari pemerintah sebelum memulai aktivitas kerja.
Momen tersebut menjadi simbol meningkatnya keterlibatan ayah dalam mendukung pendidikan anak sejak hari pertama sekolah.
Salah seorang orang tua, Syahroni, mengaku sengaja meluangkan waktu untuk mengantar anaknya sebagai bentuk dukungan sekaligus mengikuti program GAMAS.
“Ini menjadi langkah positif karena memberikan ruang bagi para ayah untuk terlibat langsung dalam momen penting,” kata Syahroni di SD Negeri 006 Tanjungpinang Timur.
Menurutnya, kehadiran seorang ayah di hari pertama sekolah mampu memberikan rasa percaya diri sekaligus semangat bagi anak saat memasuki lingkungan belajar yang baru.
Kepala SD Negeri 006 Tanjungpinang Timur, Sudarmono, mengatakan pelaksanaan GAMAS mendapat respons yang sangat baik dari para orang tua.
Ia mengaku senang melihat tingginya antusiasme para ayah yang hadir mengantar anak mereka, termasuk ASN yang menyempatkan diri datang sebelum bertugas.
“Antusias ayah untuk mengantar anaknya ke sekolah juga tinggi. Jadi orang tua sangat memperhatikan pendidikan anak dengan mengantar langsung ke sekolah,” ujarnya.
Sudarmono menjelaskan, kegiatan MPLS di SD Negeri 006 Tanjungpinang Timur akan berlangsung selama lima hari. Selama masa pengenalan tersebut, para siswa baru akan diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, guru, ruang kelas, tata tertib, hingga berbagai program pembelajaran.
Selain itu, sekolah juga mulai menanamkan kebiasaan positif kepada peserta didik, salah satunya melalui program pembiasaan menabung sejak usia dini.











