Jakarta, mejaredaksi – Masa pendaftaran Hoegeng Awards 2026 resmi dibuka. Penyelenggaraan tahun ini menjadi istimewa karena menandai lima tahun konsistensi apresiasi terhadap anggota Polri yang menunjukkan kinerja unggul, dedikasi tinggi, serta integritas dalam pelayanan kepada masyarakat.
Berbeda dari ajang penghargaan internal semata, Hoegeng Awards menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam proses penjaringan kandidat. Pada edisi 2026, sebanyak lima polisi teladan akan dipilih berdasarkan usulan langsung dari publik, mulai dari wilayah perkotaan hingga tapal batas dan pedalaman.
Adapun lima kategori penghargaan yang diperebutkan meliputi Polisi Inovatif, Polisi Berdedikasi, Polisi Berintegritas, Polisi Pelindung Perempuan dan Anak, serta Polisi Tapal Batas dan Pedalaman. Kick off penjaringan kandidat dimulai hari ini dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan rekomendasi figur polisi yang dinilai memberi dampak nyata.
Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa keterlibatan publik menjadi roh utama Hoegeng Awards.
“Kami mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi mengusulkan polisi-polisi teladan di sekitarnya. Hoegeng Awards ini menjadi ruang bagi publik untuk menyuarakan apresiasi terhadap anggota Polri yang bekerja dengan tulus, berintegritas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Brigjen Trunoyudo dalam keterangan tertulis, Minggu (8/2/2026).
Ia menambahkan, peran masyarakat sangat penting agar sosok-sosok polisi yang selama ini bekerja senyap di lapangan dapat terangkat ke permukaan dan menjadi inspirasi.
“Partisipasi publik akan memperkuat semangat pembenahan dan peningkatan kualitas pelayanan Polri. Polisi-polisi yang diusulkan masyarakat diharapkan dapat menjadi role model serta motivasi bagi anggota lainnya untuk terus meningkatkan kinerja dan pengabdian,” tambahnya.
Melalui Hoegeng Awards 2026, Polri menegaskan komitmen membangun budaya apresiasi berbasis keteladanan, bukan sekadar pencapaian formal. Harapannya, semakin banyak polisi inspiratif yang dikenal luas, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Singkatnya: kalau ada polisi yang kerjanya bikin warga merasa aman, didengar, dan dilayani dengan hati—ini saatnya publik angkat topi, sekaligus angkat namanya.






