
Jakarta, MR – Presiden RI, Joko Widodo, mengajak negara-negara ASEAN dan mitra untuk menjadikan wilayah Indo-Pasifik sebagai panggung utama perdamaian dan inklusivitas.
Hal tersebut disampaikan orang nomor satu di Indonesia ini, dalam pidato penutupan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.
Presiden Jokowi menyatakan bahwa konsep ini merupakan fondasi penting yang akan membawa ASEAN menuju masa depan yang lebih baik, baik bagi warganya maupun bagi dunia.
Ia menjelaskan bahwa prinsip ini telah menjadi landasan utama kepemimpinan Indonesia dalam memposisikan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan, yang dikenal sebagai “epicentrum of growth.”
Selama KTT ke-43 ASEAN, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa terdapat 90 dokumen dan beberapa kesepakatan konkret yang berhasil dihasilkan bersama dengan negara-negara mitra.
“Tapi tugas kita belum selesai, pekerjaan besar ASEAN tidak mungkin selesai dalam satu keketuaan saja,” imbuhnya seperti dilansir dari laman setkab.go.id.
Presiden Jokowi menekankan bahwa tugas tersebut memerlukan kerja keras yang berkelanjutan, dan bahwa pencapaian besar ASEAN tidak dapat terwujud dalam satu periode kepemimpinan saja.
Ia juga menyoroti pentingnya persatuan ASEAN dalam menghadapi berbagai dinamika dan kompleksitas tantangan global yang akan datang.
ASEAN harus terus bersatu untuk mengubah tantangan menjadi peluang, rivalitas menjadi kolaborasi, eksklusivitas menjadi inklusivitas, serta perbedaan menjadi persatuan.
“Kita harus bahu-membahu menavigasi tantangan menjadi peluang, menavigasi rivalitas menjadi kolaborasi, menavigasi eksklusivitas menjadi inklusivitas, dan menavigasi perbedaan menjadi persatuan. Kita harus menjadi nahkoda di kapal kita sendiri,” tutupnya.
Rilis/Editor: Rico






