
Jakarta, mejaredaksi – Perkembangan masyarakat dan teknologi di Indonesia menawarkan peluang dan tantangan bagi ekosistem jurnalistik.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menyatakan bahwa kehadiran platform digital telah mengubah cara masyarakat mengonsumsi berita, sementara media sosial juga semakin memengaruhi kepercayaan publik terhadap berita.
Dalam Seminar Nasional Dewan Pers di Jakarta Selatan, Budi Arie mengungkapkan bahwa kehadiran media sosial dan citizen journalist menjadi tantangan bagi media mainstream. Untuk mengatasi ini, ia mendorong insan pers untuk memanfaatkan peluang yang ada, terutama melalui teknologi Artificial Intelligence (AI).
Menurutnya, teknologi AI dapat meningkatkan efisiensi pekerjaan jurnalis, termasuk dalam pengumpulan berita, produksi, dan distribusi. Contohnya, Associated Press (AP) di Amerika Serikat telah berhasil meningkatkan produksi artikel beritanya hingga 3.700 artikel dengan bantuan teknologi AI.
“AI juga dapat membantu dalam transkripsi wawancara dari audio ke teks dengan cepat dan akurat,” jelasnya.
Budi Arie meyakini bahwa meskipun belum semua lembaga memanfaatkan teknologi AI secara maksimal, ini adalah peluang besar bagi industri jurnalisme.
Namun, Menkominfo Budi Arie juga mengapresiasi upaya insan pers Indonesia dalam menyajikan jurnalisme yang berkualitas bagi masyarakat.
“Saya memahami upaya yang rekan–rekan lakukan untuk menghadirkan berita yang aktual, dan faktual. Oleh karena itu, saya mengapresiasi dedikasi rekan-rekan dalam menyajikan jurnalisme yang berkualitas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Editor: Rko












