Bitung, mejaredaksi – Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menilai subsektor kuliner di Kota Bitung memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional bahkan internasional. Hal ini disampaikannya saat membuka ajang Bitung Street Food 2025, Rabu (25/6/2025).
Menurut Teuku Riefky, ekosistem kuliner di Bitung telah berkembang pesat, mulai dari kreasi, pengemasan, distribusi hingga konsumsi.
“Potensinya luar biasa dan sudah siap naik kelas. Bahkan beberapa produk sudah dikemas menarik dan layak ekspor,” ujarnya usai mencicipi kuliner khas seperti Cakalang Fufu, Sambal Roa, hingga Pisang Goroho.
Ia berharap status Bitung sebagai kota kreatif dapat menjadi penggerak subsektor ekonomi kreatif lainnya.
“Kami dorong agar UMKM kuliner Bitung bisa tembus hotel, supermarket hingga pasar luar negeri,” tambahnya.
Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Stevanus turut mengapresiasi dukungan Kemenparekraf yang telah memberikan pelatihan dan bimbingan kepada pelaku usaha lokal.
“Dulu masih tradisional, kini sudah siap masuk hotel-hotel di Sulut. Ini hasil dari pembinaan serius Kemenekraf,” katanya.
Acara Bitung Street Food 2025 akan berlangsung hingga 19 Juli 2025, menjadi wadah ekspresi dan kolaborasi pelaku ekonomi kreatif Bitung. Kegiatan ini diharapkan memperkuat kontribusi ekonomi kreatif terhadap pembangunan daerah.
Turut hadir mendampingi Menteri Ekraf, Sekretaris Kemenekraf Dessy Ruhati, Deputi Cecep Rukendi dan Yuke Sri Rahayu, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bitung, Pingkan S. Kapoh.












