
Tanjungpinang, mejaredaksi – Puluhan narapidana di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjungpinang, berhasil mengubah lahan gersang bauksit di wilayah Pulau Dompak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menjadi ladang padi yang subur.
Dua petak sawah berukuran 2,5 kali 10 meter berhasil dipanen dengan hasil yang memuaskan, 6 bulan sejak proyek sawah dimulai oleh Rutan Tanjungpinang.
Panen dilakukan Gubernur Kepri Ahmad bersama Kepala Kantor wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil KumHAM) Kepri, Minggu (17/12/2023) pagi.
Kepala Kanwil Kumham) Kepri, I Nyoman Gede Surya Mataram, mengungkapkan bahwa sekitar 20 narapidana terlibat dalam proyek menanam padi ini.
Mereka sengaja dilibatkan untuk mengembangkan keahlian yang dapat mereka manfaatkan setelah bebas dari penjara, sekaligus berkontribusi pada inovasi pertanian.
“Saat mereka bebas, mereka dapat menerapkan keahlian ini di daerah masing-masing. Kerjasama dengan Pemerintah daerah membantu menciptakan inovasi baru ini,” kata Nyoman usai memanen padi.
Nyoman menggambarkan pertumbuhan padi di lahan bauksit sebagai keajaiban, dan bersama Pemerintah Provinsi Kepri, mereka berencana mengembangkan lahan lebih luas untuk pertanian padi.
Apabila hasilnya menjanjikan, Kemenkumham berpotensi menerapkan inovasi serupa di Lapas dan Rutan di seluruh Provinsi Kepri.
“Kita akan menambah petak baru, dan untuk yang sudah ada, kita akan tanami jagung. Evaluasi hasilnya akan menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut di Lapas Kepri,” ungkapnya.
Nyoman menyatakan bahwa secara kasat mata, hasil panen padi yang ditanam oleh narapidana memiliki kualitas yang baik.
“Sekilas sangat bagus, dan kami akan mendistribusikannya ke Panti Asuhan di Tanjungpinang,” tambahnya.
Selain itu, area penanaman padi ini akan dijadikan objek wisata dengan rencana pembangunan sebuah kafe di sekitarnya.
“Biar tidak bauksit saja. Kalau kita buat sport wisata, seperti yang disampaikan pak Gubenur, kan dapat mempercantik alam. Kalau bauksit diambil ambil, nanti jadi kubangan,” tambahnya.
Proyek ladang padi di lahan bouksit ini tidak terlepas dari bimbingan Ady Indra Pawennary seorang pengusaha di Tanjungpinang yang sebelumnya berhasil menanam padi di areal bekas tambang bauksit di belakang rumahnya.
Penulis: Ismail
Editor: Panca






