
Karimun, MR – Warga di Kabupaten Karimun menyerbu pasar murah sembako, menjelang Idul Adha 2023/1444 Hijriah.
Pasar murah tesrebut merupakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), yang digelar serentak di 37 provinsi, 341 kabupaten/kota se-Indonesia.
Kegiatan GPM ini, dibuka oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama sejumlah menteri melalui zoom meeting, Senin (26/6/2023).
Pasar murah bertempat di jalan A Yani, Kelurahan Sei Lakam Barat, Kecamatan Karimun, tepatnya di parkiran samping Toko Buku Salemba.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukriyanto Jaya Putra mengatakan pihaknya bekerjasama dengan distributor, bulog, UMKM, Gapoktan dan kelompok tani dalam pelaksanaan pasar murah tersebut.
“Konsepnya gerakan pangan murah ini, harga komoditas yang dijual lebih murah murah dibandingkan harga pasar,” kata Sukri.
Menurut Sukri, sehari sebelum pelaksanaan pasar murah, pihaknya terlebih dahulu melakukan survey harga.
“Contohnya harga daging sekilo Rp 105.000 di pasar, disini dijual Rp 95.000,” ujarnya.
Sebanyak enam distributor bahan pokok ikut andil dalam kegiatan. Untuk barang yang dijual berjumlah 11 komoditi.
“Kegiatan pasar murah hanya satu hari ini saja,” ucap Sukri.
Berikut Harga Jual di Pasar Murah
Adapun harga jual di pasar murah tersebut sebagai berikut: beras medium senilai Rp 8.600 per kilogram, beras premium Rp 12.000 per kilogram, bawang merah Rp 32.000 per kilogram, bawang putih Rp 30.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp 34.000 per kilogram dan cabai rawit Rp 34.000.
Kemudian daging sapi beku Rp 95.000 per kilogram, telur ayam ras Rp 53.500 per papan, minyak goreng merk Camila Rp 13.500 per liter, tepung terigu Rp 12.000 per kilogram dan gula Rp 27.000 per kilogram.
Sejalan dengan kegiatan tersebut, masyarakat yang termasuk ke dalam Kelompok Penerima Manfaat (KPM) turut menerima bantuan beras dari Bapenas, Bulog dan PT POS Indonesia.
“Ini sekaligus ada penyerahan pangan berupa beras dari pusat. Di Kabupaten Karimun jumlahnya 12.157 KPM, jadi sekitar 121 ton beras. Dan ini tahap ketiga,” pungkasnya.
Penulis : Putra
Editor : Rico Barino








