
Tanjungpinang, Mejaredaksi – Pembelian minyak goreng merek MinyaKita di Kota Tanjungpinang, Kepri kembali dibatasi disebabkan stoknya yang menipis.
Sejumlah distributor di ibukota Provinsi Kepulauan Riau ini membatasi pembelian hanya dua liter sekali beli.
M Sadmi Al Qayum, distributor MinyaKita CV Bintang Perkasa Tanjungpinang, Senin (29/7/2024) mengungkapkan, ini telah berlangsung mulai awal Juli 2024.
Pembatasa pembelian dia katakan disebabkan oleh terbatasnya pasokan.
“Kalau Tanjungpinang sekarang pasokannya sangat minim. Kita yang dulu 120 ton, sekarang hanya 20 sampai 40 ton per bulan,” katanya.
Jumlah pasokan MinyaKita yang mereka terima dikatakan Sadmi tidak hanya didistribusikan di Kota Tanjungpinang saja, tetapi ke lima kabupaten di Kepri lainnya.
“Termasuk ke Batam, Anambas dan lainnnya. Kondisi ini karena sekarang pabrik terbatas dalam ekspor, sehingga permintaan menurun dan produksinya juga sedikit,” tambahnya.
Disebabkan stok yang sedikit, Sadmi menegaskan pembelian minyakita harus dibatasi. Sekali beli, masyarakat hanya diperbolehkan membeli sebanyak 2 liter minyakita saja di toko miliknya.
“Stok kita saat ini tinggal 500 dus, per dusnya 12 liter. Tapi nanti, akan datang lagi 1600 ton,” imbuhnya.
Kendati demikian, Sadmi menegaskan jika pihaknya tidak menaikkan harga jual meski sudah ada pernyataan kenaikan harga dikeluarkan Kemendag.
Harga Eceran Tertinggi (Het) masih di harga Rp14 ribu per liter.
“Sebagian kota memang sudah menaikan Het sekitar Rp15 ribu per liter. Tapi kita masih menunggu edaran resmi,” pungkasnya. (*)
Penulis: M Ismail
Editor: Andri






