
Natuna, Mr – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna telah menyiapkan lahan seluas 7 hektar yang akan dipergunakan untuk merelokasi korban tanah longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
Penyiapan lahan, sebagaimana disampaikan Kepala PUPR Kabupaten Natuna, Agus Supardi, adalah langkah melanjutkan rencana Kementrian PUPR RI yang akan membangun 100 rumah bagi korban tanah longsor di kecamatan ini.
“Kementrian PUPR berencana membangun 100 unit rumah untuk warga terdampak dan warga sekitaran lokasi longsor. Pemkab Natuna telah menyiapkan lahan sekitar 7 hektar,” ujar Agus Supardi, Minggu (12/3/2023).
Lahan yang akan dipergunakan sudah dicek statusnya.
“Lahan merupakan tanah milik negara. Statusnya putih. Jadi bisa dipergunakan,” terang Agus.
Menteri PUPR Mochamad Basuki Hadimuljono disebut Agus menjanjikan secepatnya membangun rumah yang akan ditempati oleh korban dan warga terdampak longsor yang akan direlokasi.
“Banyaknya antara 100 hingga 120 unit. Tapi untuk tahap awal ini jumlahnya 100 unit,” papar Agus.
Dalam waktu dua pekan kedepan material bangunan dia katakan akan dikirim dari Palembang atau Medan menggunakan kapal perang menuju Serasan.
Rumah yang akan dibangun untuk Warga itu didirikan di atas tanah kavling masing-masing 1200 meter persegi atau 20×60 meter persegi.
Mengenai rencana pemerintah membangun 100 unit rumah bagi korban tanah longsor di Serasan ini juga telah disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad.
Fokuskan Jaringan Listrik

Dalam kunjungan ke Serasan belum lama ini, Menteri PUPR meminta alat berat yang difokuskan membantu proses pencarian terhadap korban juga dapat digunakan membuka akses jalan.
Akses jalan dimaksud adalah jalan baru yang menghubungkan Kecamatan Serasan dan Serasan Timur.
“Setelah akses jalan terbuka, pihak PLN diharapkan bisa memasang jaringan listrik,” sebut Agus.
Tanah longsor berdampak kepada pemadaman listrik di Kecamatan Serasan, termasuk pula Kecamatan Serasan Timur yang berada di sebelahnya.
“Untuk diketahui, listrik di Kecamatan Serasan Timur mati total,” sebutnya.
Agus menyebut pihaknya mengusulkan agar dipergunakan jaringan yang di Jalan Lingkar Serasan.
“Tapi itu tidak bisa. Ada 4 kilometer jaringan PLN di Jalan lingkar yang terputus. Jadi mau tidak mau harus lewat sini (jalan penghubung),” papar Agus lagi.
Pihaknya menargetkan jalan penghubung Kecamatan Serasan dan Serasan Timur sudah selesai paling lama tiga hari kedepan.
“Setelah itu pihak PLN akan segera memasang jaringan listrik,” tutup Agus.
Penulis/Editor : Andri











