
Bintan, mejaredaksi – Sebuah penemuan arkeologi penting kembali menguak sejarah maritim di wilayah Bintan, Kepulauan Riau. Bangkai kapal kuno yang diperkirakan berasal dari abad ke-11 hingga ke-12 ditemukan terkubur di Pantai Wisata Nirwana Garden, Kawasan Lagoi.
Kapal berukuran panjang sekitar 23,5 meter ini sebagian besar masih tertimbun pasir, dengan hanya bagian kerangka atas geladak yang terlihat di permukaan.
Penemuan ini menarik perhatian para peneliti, terutama setelah ditemukannya sejumlah barang antik seperti guci keramik, pecahan tembikar, dan koin kuno di dalam kapal tersebut.

Saat ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama arkeolog dari University of Napoli I’Orientale, Italia, tengah melakukan penelitian untuk mengungkap lebih jauh sejarah kapal tersebut.
Alkis, arkeolog dari BRIN yang terlibat dalam proyek ini, menjelaskan bahwa penelitian ini didanai oleh Kementerian Luar Negeri Italia dan International Association of Mediterranean and Oriental Studies.
“Ini perahu kuno, jadi kalau dari penelitian terakhir, dari abad 11 sampai 12,” ujarnya saat ditemui di lokasi bangkai kapal, Minggu (25/8/2024).
Penelitian terhadap bangkai kapal ini sempat dilakukan sebelumnya, namun terhenti beberapa waktu lalu.
“Penelitian pertamanya tahun 2008 ya, setahu saya, cuma saya kurang tahu juga kronologinya mereka menemukan. Yang jelas dari laporan itu kita yang menindaklanjuti sekarang,” jelas Alkis.

Lebih lanjut, Alkis mengungkapkan bahwa penelitian ini bertujuan untuk menelusuri sejarah Bintan sebagai bagian dari jalur perdagangan maritim di masa lalu.
“Kami dari arkeologi BRIN juga kerjasama dengan Napoli memang fokus penelitian arkeologi buat histori bangaimana perjalanan Bintan ini bagain jalur perdagangan maritim pada masa lalu,” tambahnya.
Menariknya, ini bukan kali pertama BRIN menemukan bangkai kapal kuno di wilayah Bintan. Alkis menyebutkan bahwa di kawasan Lagoi, termasuk di daerah Senggiling dan Trikora, terdapat beberapa temuan serupa.
“Di daerah Bintan sendiri, daerah Lagoi ada, Senggiling, Trikora juga ada,” pungkasnya.
Penulis/Editor: Syaiful






