
Tanjungpinang, mejaredaksi – Ratusan “tukik” atau yang dikenal dengan anak penyu dilepaskan di pantai Nirwana Gardens, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Pelepasan anak penyu ini dilakukan oleh puluhan wisatawan manca negara (wisman) dari berbagai negara. Mereka sengaja datang dan menginap di Nirwana Gardens, untuk melepaskan secara langsung tukik tersebut.
“Total anak penyu atau baby turtle yang dilepaskan sebanyak 219 ekor. Ada dua spesies, yaitu penyu sisik dan penyu hijau,” kata Muhammad Jufri, selaku Recreation Manager Nirwana Gardes, Sabtu (25/5).
Pelepasan ini, merupakan upaya Nirwana Gardes dalam melestarikan penyu yang ada di perairan Provinsi Kepri, terutama di Kabupaten Bintan.
Setiap musim utara bulan November sampai Maret, penyu akan naik ke pantai untuk bertelur. Untuk tahun 2024 ini, sedikitnya ada tiga sarang penyu yang ditemukan di pantai Nirwana Gardens.
Petugas Nirwana Gardens pun melakukan penyelamatan terhadap ratusan telur penyu. Dengan meletakkan di sebuah penangkaran, selama lebih kurang dua bulan.
“Setalah selama dua bulan, estimasi satu minggu kemudian akan menetas dan paling lambat lewat empat hari. Ketika sudah menetas, akan dilakukan pelepasan,” ungkap Jufri.
Setiap tahunnya, kata Jufri penyu memang kerap naik ke Pantai Nirwana Gardes untuk membuat sarang dan bertelur di sana. Bahkan, tiga tahun yang lalu setidaknya terdapat enam sampai delapan sarang yang ditemukan.
“Setiap tahun memang ada. Tiga tahun belakangan ini hanya tiga sarang, biasanya bisa dapat enam sampai delapan sarang,” tambahnya.
Menurut Jufri, penyu memang sangat pandai dalam membuat sarang. Penyu tidak hanya membuat satu lobang, melainkan membuat lima sampai enam lobang.
Hal ini, merupakan upaya penyu untuk menjaga telur-telurnya dari predator. Seperti biawak, kepiting hingga burung gagak yang suka memakan telur penyu.
“Kita juga dibuat bingung pada saat mencarinya. Tapi karena sudah sering melakukan hal ini, jadi kita bisa menemukan sarang yang berisikan telur penyu,” ujar Jufri.
Jufri menyampaikan, dari banyaknya tukik yang dilepaskan, hanya satu persen lebih yang berhasil bertahan hidup menjadi penyu dewasa.
Tukik yang bertelur dan dilepaskan di pantai Nirwana Gardens, akan kembali untuk bertelur di pantai tersebut selama 20 tahun ke depan.
“Dari 100 yang kita lepaskan, mungkin 10 yang jadi (penyu). Karena banyak predator, misalnya dimakan kepiting dan sebagainya. Yang jedi, akan kembali dan bertelur ditempat yang sama,” pungkasnya.

Kegiatan pelepasan tukik ini pun menjadi kebahagiaan tersendiri bagi wisman yang datang ke Nirwana Gardens. Mereka mengaku senang dapat melepaskan tukik tersebut.
“Sangat suka dapat lepaskan beby penyu ni. Kita suka dan good experience (pengalaman bagus),” ujar Nik, salah satu wisman asal Singapura.
Nik menyampaikan bahwa ia kerap berlibur di berbagai negara. Namun, pengalaman melepas anak penyu baru perdana ia lakukan saat berlibur di Bintan.
“First time (pertama kali) baru di bintan, bisa lepaskan beby penyu. Tempat lain tidak ada,” pungkasnya.
Penulis: Ismail
Editor: Syaiful






