Penerus Negeri: Kepri Butuh Pemimpin Peduli Pendidikan Anak Muda Pulau dan Perbatasan

Ketua DPW Penerus Negeri Kepri Alfi (kanan) mendampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang hadir dalam seminar pendidikan di Gedung Sri Srindit, Ranai, Natuna, Jumat (13/9/2024). (Foto: DPW Penerus Negeri Kepri)

Natuna, Mejaredaksi – Penerus Negeri Kepulauan Riau, Jumat (13/9/2024), mengadakan seminar pendidikan yang bertema “Cita Cita Pendidikan di Ujung Utara Indonesia” di Gedung Sri Srindit, Ranai, Natuna.

Seminar dihadiri sekitar 500 pemuda pemudi setempat. Hadir pula Gubernur Ansar Ahmad yang juga merupakan Dewan Pembina Penerus Negeri.

Ketua DPW Penerus Negeri Kepri Alfi Riyan Syafutra mengatakan, Natuna yang merupakan salah satu perbatasan negara yang berbatasan langsung dengan Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Malaysia, merupakan kabupaten yang juga harus mendapatkan perhatian khusus di bidang pendidikan.

“Pendidikan di perbatasan sangat penting dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia yang unggul kemajuan kepri kedepan,” ucap Alfi.

Aktivitas belajar mengajar para siswa-siswi di perbatasan Natuna dia tegaskan masih harus diperhatikan, mulai dari kelas belajar, akses digital, pemahaman internet, transportasi penunjang, dan juga akses lainnya yang penting untuk menjalankan proses mengenyam pendidikan di era disrupsi perkembangan teknologi digital.

Ketika akan menjalankan proses pembelajaran anak perbatasan disebut Alfi agak sedikit berbeda dengan anak anak diperkotaan. Mulai dari transportasi, konsumsi buku, kualitas sarana prasarana dan kualitas guru.

“Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, kita ingin pemimpin Kepri ke depan memperhatikan anak anak di perbatasan. Ini penting diperhatikan agar mereka bisa mendapatkan akses pendidikan yang sama seperti anak anak Kepri lainnya,” sebut dia.

“Mereka semua punya mimpi, dan mereka adalah generasi emas, aset Kepri dalam rangka memajukan bangsa khususnya di wilayah perbatasan Natuna,” katanya lagi.

Penerus Negeri Kepri ditegaskan Alfi mengapresiasi program pendidikan yang dilaksanakan Ansar Ahmad.

Program pendidikan dijalankan Ansar Ahmad dia katakan bisa menjawab keterbatasan yang saat ini dialami oleh para siswa dengan program SPP Gratis, Baju Seragam Gratis, sehingga siswa bisa belajar dengan tenang dan baik.

Menurut dia, program Cita-Cita Pendidikan di Ujung Utara Indonesia diharapkan dapat menjadikan kondisi pendukung pendidikan yang terbatas lebih baik, para siswa generasi penerus Kepri penuh semangat dan optimis untuk tetap menjalankan aktivitas belajar dengan tertib, sekalipun masih ada keterbatasan.

” Padahal anak anak perbatasan khususnya Natuna ini cerdas cerdas dan pintar, karena mereka mengkonsumsi makanan ikan yang segar, yang didalam terdapat gizi yang sehat,” kata Alfi.

“Kita yakin anak perbatasan tidak kalah bersaing dengaj anak perkotaan, suatu saat kita akan melihat ada anak dari perbatasan natuna ini menjadi orang hebat di kepri dan Republik ini,” tutupnya. (*)

Editor: Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed