Perdana, 35.696 Ekor Ayam Hidup Dari kepri di Ekspor ke Singapura

Gubernur Kepri Ansar Ahmad melepas ekspor perdana ayam broiler hidup ke Singapura, melalui Pelabuhan Sri Payung Batu Enam, Tanjungpinang. (Foto: Karantina Pertanian Tanjungpinang)

Tanjungpinang, MR – Karantina Pertanian Tanjungpinang melakukan sertifikasi
35.696 ekor ayam broiler hidup yang akan diekspor ke Singapura.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad melepas ekspor perdana tersebut melalui Pelabuhan Sri Payung Batu Enam, Tanjungpinang.

PT CA (JAPFA Group) telah membangun fasilitas peternakan ayam di Kec Gunung Kijang, Kab. Bintan, Kepulauan Riau khusus untuk ekspor. Ayam yang diekspor dikemas dalam kotak keranjang dengan total 2.952 keranjang, menggunakan 6 kontainer terbuka ukuran 40ft

Karantina Pertanian Tanjungpinang mencatat, ekspor perdana ini telah menyumbang nilai ekspor sebesar Rp2,1 miliar. Sebelum dilakukan sertifikasi, Pejabat Karantina Pertanian telah melakukan serangkaian tindakan karantina, diantaranya adalah pemeriksaan.

Pemeriksaan Karantina meliputi pemeriksaan administrasi untuk memastikan kelengkapan dokumen persyaratan, selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan jumlah ayam yang dibawa sesuai dengan yang tertera di dokumen dan dipastikan ayam yang dikirim sehat.

“Ayam broiler yang akan diekspor telah memenuhi persyaratan dan dinyatakan sehat, sehingga sertifikat kesehatan hewan (KH-11) dapat diterbitkan dan ayam tersebut dapat dikirim ke Singapura,” ungkap Harnengsih, Dokter Hewan Karantina Pertanian.

Harnengsih menambahkan, bahwa pemilik telah memenuhi persyaratan sertifikat kompartemen bebas Avian Influenza (AI) dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI, Hasil Uji Laboratorium dari Balai Veteriner Bukittinggi untuk Uji Salmonella, Hasil Uji Laboratorium dari Balai Veteriner Wates untuk uji Salmonella enteriditis, serta Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan.

Gubernur Kepri Dukung Ekspor Ayam Hidup

Dalam sambutannya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri sangat mendukung terealisasinya ekspor ayam hidup asal Bintan ke Singapura oleh PT Ciomas Adisatwa ini.

“Kami sangat mendukung ekspor ayam hidup yang dilakukan oleh PT. Ciomas Adisatwa ini,” ujar Ansar.

Ansar menjelaskan bahwa pelaksanaan ekspor komoditas ayam hidup ini merupakan hal baru yang dilakukan, dan PT Ciomas Adisatwa berhasil mewujudkannya di Provinsi Kepri.

“Ini merupakan catatan baru bagi Kepri, mengirim ayam hidup ke Singapura, karena kita tahu saat ini tidak mudah mengirim ekspor ke Singapura dengan standar keamanan pangan yang sulit. Namun, setelah berhasil dalam trial pengiriman dua bulan lalu, kami akan terus menjaga keberhasilannya,” tegas Ansar.

Oleh karena itu, Ansar menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong PT Ciomas Adisatwa agar jumlah komoditasnya terus meningkat, sehingga dapat meningkatkan jumlah ekspor Kepri.

Ansar juga berharap bahwa PT Ciomas Adisatwa tidak hanya mengembangkan industri dan peternakan ayam hidup, tetapi juga mampu mengembangkan ayam petelur di Provinsi Kepri.

“Dengan demikian, di masa depan kita tidak hanya mencapai swasembada daging ayam, tetapi juga swasembada telur di Kepri,” jelas Ansar.

Kepri Satu-satunya Provinsi Efektif Dalam Ekspor

Sementara itu, Manager PT Ciomas Adisatwa, Anwar Tanyono atau Acai, mengungkapkan bahwa jumlah ayam hidup yang diekspor dari Bintan ke Singapura kali ini sebanyak 359.699 ekor.

“Sebelumnya, kami telah melakukan trial pengiriman dua bulan lalu ke Singapura, dan semuanya berjalan dengan baik,” ujar Anwar Tanyono atau Acai.

Anwar Tanyono atau Acai menambahkan bahwa Provinsi Kepri merupakan satu-satunya provinsi yang sangat efektif dalam pelaksanaan pengiriman ayam hidup ini.

“Biasanya ayam hidup dipasok dari Malaysia, namun saat ini pengiriman dilakukan oleh Indonesia dari Provinsi Kepri,” ujar Acai.

Menghadapi masa depan, Anwar Tanyono berharap agar pengembangan industri peternakan ayam di Bintan dapat terus berkembang. PT Ciomas Adisatwa juga akan mengembangkan industri berbagai macam perayaman.

“Mulai dari bibit, pemotongan, ayam hidup hingga pengembangan ayam petelur akan dilakukan di Bintan,” jelas Anwar.

Hasil dari komoditas yang dihasilkan tidak hanya untuk kepentingan ekspor, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan masyarakat Kepri.

Rilis/Editor : Rico Barino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *