
Karimun, MR – Pihak keluarga di luar Kecamatan Serasan mengaku sulit mendapatkan informasi perkembangan terkini mengenai bencana tanah longsor di Kabupaten Natuna itu.
Sulitya mendapat informasi perkembangan terkini mengenai bencana tanah longsor di Kecamatan Serasan ini diakui Iptu Sri Siswanto, pejabat Kasi Tik Polres Karimun, Selasa (7/3/2023).
Menurutnya, sejak mendapat kabar adanya tanah longsor di Serasan, dirinya mencoba menghubungi pihak keluarga di Desa Pangkalan yang merupakan pusat terjadinya longsor.
“Informasi susah karena internet dan PLN di sana mati,” kata Siswanto menjelaskan istrinya berasal dari Kampung Genting Kecamatan Serasan.
Menurutnya, hingga kini ia bersama keluarga menunggu perkembangan informasi proses evakuasi yang masih berlangsung.
Empat orang keluarga istrinya di Genting telah ditemukan selamat meski harus mendapatkan perawatan intensif. Sedangkan Ipar, serta tante istri bersama suaminya dikabarkan hilang dan belum diketahui keberadaannya.
“Hampir semua di Desa Genting itu adalah keluarga,” tambah Siswanto.
Baca juga: https://mejaredaksi.co.id/enam-korban-meninggal-tanah-longsor-serasan-teridentifikasi/
Sebagaimana diketahui, tanah longsor terjadi di Desa Genting dan Pangkalan Serasan mengakibatkan terputusnya jaringan komunikasi di kawasan tersebut.
Selain itu, bencana pada Senin (6/3/2023) ini juga mengakibatkan sebagian besar jaringan listrik di Serasan padam.
Di samping itu, kondisi juga diprparah dengan sulitnya akses menuju Kecamatan Serasan.
Selain letaknya yang berjarak tempuh sekitar delapan jam dari ibukota Natuna di Kota Ranai, akses laut juga terkendala ombak yang mencapai ketinggian hingga melebihi tiga meter.
Tidak ada armada laut maupun udara reguler menuju ke kecamatan ini.
Penulis : Putra
Editor : Andri






