Polri dan Pelni Bersinergi, Bantuan Dikirim ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Jakarta, mejaredaksi – Upaya penanganan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali diperkuat. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengirimkan ratusan personel berikut kendaraan dan bantuan logistik kemanusiaan melalui jalur laut PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (16/12/2025) malam.

Pengiriman ini menjadi bagian dari Operasi Aman Nusa II, sebuah operasi kemanusiaan yang dirancang untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Tidak hanya personel, Polri juga membawa perlengkapan vital yang langsung dapat digunakan di lokasi terdampak.

Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi, Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran, menegaskan bahwa kehadiran Polri di wilayah bencana menitikberatkan pada solusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pendekatan humanis dan kolaboratif menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat.

Sebanyak 237 personel diberangkatkan dalam misi ini, didominasi oleh pasukan Brimob, didukung personel Polairud, tim kesehatan, serta pengemudi ambulans.

Polri juga mengerahkan 75 unit kendaraan dan sarana khusus, mulai dari ambulans, dapur lapangan, motor trail, hingga perahu amfibi untuk menjangkau wilayah sulit.

Dari sisi logistik, bantuan yang dikirim mencakup tenda pengungsian, genset, sistem pengolahan air bersih, serta bahan pangan siap saji. Tim medis Pusdokkes Polri turut dilibatkan guna memastikan layanan kesehatan darurat bagi para korban.

Pengiriman ini menambah kekuatan Polri yang telah lebih dulu bertugas, sehingga total personel di tiga provinsi terdampak mencapai 10.999 personel. Seluruhnya bersinergi dengan TNI, BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, dan relawan.

Dukungan transportasi disediakan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) yang mengangkut personel dan perlengkapan dengan rute Jakarta–Medan–Aceh–Padang.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mempercepat pemulihan dan menguatkan semangat gotong royong nasional—karena bencana boleh datang tiba-tiba, tapi solidaritas selalu siap berangkat lebih dulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed