
Natuna, MR – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad meresmikan Listrik Masuk Desa di dua dusun yang ada di Kabupaten Natuna. Kedua dusun tersebut masing-masing di Dusun Binjai dan Dusun Harapan Jaya, Jumat (22/10/2021).
Dikesempatan tersebut, Ansar menyampaikan bahwa peresmian listrik ini sebagai bentuk kehadiran pemerintah ditengah masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan dasar, salah satunya adalah dibidang kelistrikan.
“Kita patut bersyukur karena banyak infrastruktur yang dibangun di Natuna, dan salah satunya dibidang kelistrikan. Kita gesa terus program listrik masuk desa. Tujuannya agar Kepri benderang, Kepri cerdas dan Kepri sejahtera,” kata Ansar.
Selain listrik, infrastruktur jalan juga banyak yang dibangun di wilayah Natuna oleh Pemprov Kepri. Pembangunan infrastruktur jalan ini juga membantu memudahkan PLN untuk mengembangkan jaringannya, baik yang bertenaga rendah maupun menengah.
“Listrik inilah yang bisa melayani kebutuhan listrik disetiap rumah masyarakat, termasuk sampai ke dusun Binjai dan dusun Harapan Jaya ini,” ujarnya.
Dikatakan Ansar, dilapangan banyak masyarakat yang kesulitan untuk membiayai penyambungan listrik ke rumah-rumah karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Melalui program Kepri terang ini, Ansar berharap tercapai kesuksesan, sehingga semua masyarakat pulau bisa dipenuhi kebutuhan listriknya melalui PLN. Dan untuk meringankan beban masyarakat, pihaknya mengajak perusahaan baik perorangan maupun BUMN yang ada bekerja sama dengan pemerintah setempat.
“Ahamdulillah di sini ada SKK migas, yang bisa kita dorong untuk membantu pembiayaan ini agar PLN yang mengatur beberapa banyak rumah yang harus di aliri listrik,” ungkap Ansar.
Target pengaliran listrik ke rumah-rumah masyarakat melalui SKK migas adalah sebanyak 450 rumah. Sudah terpasang 261 rumah, di dusun Binjai 13 rumah dan di Harapan Jaya 40 rumah. Sementara sisanya, kata Gubernur, akan disisir lagi.
“Semua kabupaten dan kota akan kita sisir. Sebelumnya kita sudah meresmikan 650 rumah melalui perusahaan tambang yang ada di Lingga dan Bintan,” kata Ansar.
Selanjutnya untuk di Karimun, Gubernur akan meresmikannya di tanggal 27 Oktober ini, disejalankan dengan memperingati hari listrik nasional. Di Karimun nanti untuk program Kepri terang sudah akan mencapai 98,5 persen. Dengan denikian seluruh masyarakat Kepri akan mendapat pelayanan listrik. Dan sisanya akan disisir lagi.
“Kita juga akan segera menemui Mentri ESDM, kita tanyakan kenapa PLN tidak boleh membeli jenset baru untuk di Kepri. Sementara Papua dan Ambon diberikan diskresi, dan kita tidak. Padahalal kita juga daerah Kepulauan,” pungkasnya. Red












