Tanjungpinang, mejaredaksi – Kasus pencurian emas menimpa seorang warga Bukit Cermin, Kota Tanjungpinang. Bukan hanya karena nilainya yang besar, tetapi juga karena dugaan pelakunya adalah seseorang yang pernah dipercaya korban sendiri yakni mantan pembantu rumah tangga.
Ngatmi, warga Bukit Cermin, harus menelan pil pahit setelah menyadari tabungan emas seberat total 100 gram yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun hilang dari tempat penyimpanan. Peristiwa itu diketahui pada 8 November lalu saat ia mengecek tabungan emas yang rencananya akan dijual.
“Uang tunai Rp4 juta di tempat yang sama tidak hilang, namun seluruh perhiasan berupa kalung, gelang, dan cincin raib,” ujar Ngatmi, Senin (24/11/2025).
Yang membuat korban semakin curiga, sebelum emas itu hilang, mantan pembantu menunjukkan perilaku tidak biasa. Mulai dari berpamitan berobat dengan alasan kista, memberikan keterangan berulang kali berubah, hingga tidak mengangkat telepon suami korban.
Beberapa hari kemudian, pembnatu tersebut sempat kembali ke rumah namun hanya sebentar. Ia menyerahkan uang Rp1 juta dengan dalih pembayaran COD dan langsung pergi dalam keadaan tergesa-gesa.
“Identitas lengkapnya juga tidak tersedia karena dokumen kependudukannya belum selesai,” ungkap Ngatmi.
Bagi Ngatmi, kehilangan itu bukan sekadar nilai materi. Emas tersebut adalah hasil jerih payahnya selama bertahun-tahun, yang ia simpan sebagai tabungan hari tua.
Ia kini berharap kepolisian segera menemukan keberadaan mantan pembantunya yang menurut kabar terakhir berada di Batam dan sudah tidak dapat dihubungi.
“Saya berharap pelakunya segera ditemukan dan emas saya bisa kembali. Itu tabungan hari tua saya,” tutupnya.






