Tanjungpinang, mejaredaksi – Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menghadapi tantangan besar dalam mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2024. Dari target 100 ribu orang, hingga kini kunjungan wisman baru mencapai 44.805 orang.
Rendahnya kunjungan wisman disebabkan oleh perbedaan karakteristik wisata dibandingkan daerah lain, seperti Batam yang terkenal dengan wisata belanjanya.
Kabid Destinasi Wisata Disbudpar Tanjungpinang, Salman, menjelaskan bahwa sebagian besar wisman dari Malaysia dan Singapura lebih tertarik pada wisata belanja di Batam.
“Tren kunjungan wisatawan dari Malaysia dan Singapura saat ini cenderung ke Batam karena promosi wisata belanja yang menarik,” ujar Salman, Rabu (4/12/2024).
Meski demikian, Tanjungpinang melihat potensi lain yang terus berkembang, yakni wisata edukasi sejarah di Pulau Penyengat. Berdasarkan data, kunjungan wisman ke Pulau Penyengat terus meningkat, didukung oleh aktivitas sejumlah agen perjalanan.
Untuk mengatasi kendala ini, Disbudpar Tanjungpinang mengubah fokusnya dengan mengembangkan wisata edukasi bagi wisatawan domestik, khususnya pelajar.
Bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kepri, Tanjungpinang menawarkan paket wisata sejarah Pulau Penyengat kepada 30 ribu lebih pelajar SMA dan SMK di Batam.
Melalui program ini, para pelajar tidak hanya akan mempelajari sejarah dan budaya Pulau Penyengat, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian lokal melalui penginapan di hotel-hotel Tanjungpinang.
“Kami sedang mengupayakan agar paket wisata edukasi ini masuk ke Kurikulum Merdeka. Dengan begitu, siswa dapat belajar budaya sekaligus berwisata,” tambah Salman.
Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik sekaligus memperkuat posisi Tanjungpinang sebagai destinasi wisata edukasi berbasis sejarah dan budaya.
Penulis: Ismail | Editor: Andri












