Tanjungpinang, mejaredaksi – Kota Tanjungpinang berhasil meraih juara umum dalam Festival Tunas Bahasa Ibu 2024 yang digelar oleh Kantor Bahasa Kepulauan Riau (Kepri). Prestasi ini menjadi bukti nyata keberhasilan program revitalisasi Bahasa Melayu sebagai warisan budaya daerah.
Revitalisasi Bahasa Melayu ini merupakan langkah strategis untuk melestarikan bahasa daerah di Kepri, yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan sekolah.
Program ini diawali dengan komitmen bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, diikuti oleh penyusunan modul pembelajaran dengan melibatkan maestro budaya, seperti ahli gendang syair dan pakar Bahasa Melayu.
“Kami juga membuat modul-modul yang berfokus pada pelestarian berbagai elemen budaya Melayu, seperti dendang syair dan Bahasa Melayu itu sendiri,” ujar Rahmat, perwakilan Kantor Bahasa Kepri, Senin (16/12/2024).
Langkah lain yang diambil adalah pelatihan 262 guru melalui program Bimbingan Teknis (Bimtek). Rahmat menekankan pentingnya peran guru dalam menyebarluaskan ilmu tentang Bahasa Melayu kepada siswa dan sesama rekan pendidik.
“Setelah pelatihan, para guru mengimbaskan (menyebarkan) ilmu yang mereka peroleh kepada anak didiknya dan rekan sejawatnya,” tambahnya.
Festival yang menjadi puncak kegiatan ini berlangsung di Kota Batam, dengan Tanjungpinang keluar sebagai pemenang utama, mengungguli tujuh kabupaten/kota lainnya.
Rahmat berharap program ini dapat memotivasi generasi muda untuk lebih mencintai dan menggunakan Bahasa Melayu.
“Kita harap ini dapat menjadi pemantik bagi kabupaten dan kota lainnya untuk lebih aktif dalam mendukung pelestarian Bahasa Melayu,” tutupnya.
Penulis: Ismail | Editor: Andri






