Terekam CCTV! Maling Nekat Bobol Kotak Infak di Tanjungpinang

Seorang pria terekam CCTV saat sedang beraksi membobol kotak infak Masjid Al-Mujahid Tanjungpinang, (Ismail)

Tanjungpinang, mejaredaksi – Aksi pencurian uang kotak infak terjadi di Masjid Al-Mujahid, Jalan Raja Haji Fisabilillah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri.

Pelaku berhasil mencuri uang senilai ratusan ribu rupiah, usai berhasil membuka kotak infak dengan cara merusak gembok.

Ketua Masjid Al-Mujahid, Usman mengatakan bahwa kejadian itu terjadi pada Sabtu (1/6) sekitar pukul 21.00 WIB. Aksi pelaku, juga terekam kamera pengintai atau CCTV.

Dalam rekaman CCTV, pelaku terlihat mengenakan baju panjang warna biru dan membawa tas ransel. Terlihat, ia memasukan uang dari kotak infak ke dalam tas ransel yang ia bawa.

“Terungkapnya setelah jemaah masjid melihat satu kotak infak dalam kondisi terbuka,” kata Usman, Senin (3/6).

Selain itu, Usman menerangkan di sekitaran kotak infak terdapat isi gembok yang sudah berserakan.

“Kita lihat CCTV ternyata kontak infaknya dibobol. Isi gemboknya juga berurai dan berserak,” ungkapnya.

Menurutnya, pelaku yang merupakan seorang pria memang memiliki keahlian merusak gembok. Sebab, kotak infak yang terkunci gembok, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk dibuka oleh pelaku.

“Dari CCTV dia keluarin alat dari dompet. Lalu dengan gampangnya dia merusak gembok, tampa merusak kotaknya,” sebut Usman.

Selain itu, kata Usman di dalam kotak infak tersebut terdapat uang pecahan seribuan dan uang ringgit. Ia memperkirakan, uang yang berhasil dicuri oleh pelaku senilai Rp.500 ribuan.

“Beruntung hari Jumat kemarin kotak infaknya sudah dibuka dan diambil uangnya. Tinggal sisa uang pecahan saja, dan ada beberapa uang ringgit,” ungkap Usman.

Beberapa tahun yang lalu, kata Usman kotak infak Masjid Al-Mujahid juga pernah dibobol maling. Namun, kejadian itu tidak dilaporkan ke polisi.

Untuk aksi pencurian baru yang terjadi, Usman mengakui belum melaporkan ke kantor polisi secara resmi.

“Tapi kronologinya sudah saya kasih tau. Saya sudah diminta polisi untuk lapor, tapi belum ada waktu,” tutupnya.

Penulis: Ismail
Editor: Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed