Tanjungpinang, mejaredaksi – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura menargetkan pengembangan budidaya rumput laut seluas 10 ribu hektar di Kabupaten Lingga sebagai upaya meningkatkan ekonomi nelayan di daerah.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kepri bersama kementerian saat ini tengah menyiapkan pengembangan budidaya rumput laut secara bertahap.
Dari target 10 ribu hektar yang diajukan ke kementerian, saat ini sudah tersedia sekitar 500 hektar dan direncanakan berkembang hingga 5 ribu hektar.
Ia menjelaskan, satu kepala keluarga nantinya akan mengelola dua hektar lahan budidaya. Dengan estimasi sekitar 5 ribu nelayan terlibat, masa panen rumput laut berkisar 45 hingga 60 hari.
“Panen per hektarnya sekitar 5 ton. Kalau dua hektar, satu KK bisa mendapat penghasilan sekitar Rp8 juta sampai Rp10 juta per bulan,” katanya.
Selain budidaya, Pemprov Kepri juga menyiapkan hilirisasi industri rumput laut mulai dari pengolahan hingga pemasaran ekspor.
“Pasarnya dari hulu ke hilir sudah kita siapkan. Ada untuk ekspor, kosmetik, obat-obatan hingga tepung olahan,” jelasnya.
Pengembangan budidaya rumput laut tidak hanya difokuskan di Lingga, tetapi juga direncanakan di wilayah Karimun dan Anambas.











