
Wisata sejarah makin diminati kalangan pelajar di Kota Tanjungpinang. Menjadi sarana pengenalan sejarah dan budaya lokal kepada peserta didik.
Tanjungpinang, MR – Sebanyak 40 pelajar Sekolah Dasar Negeri Tanjungpinang Barat terlihat begitu antusias ketika memasuki sejumlah cagar budaya, Senin (13/3/2023).
Hari itu, sedari pagi mereka mengunjungi empat situs cagar budaya di Kota Tanjungpinang.
Mereka diajak berkeliling areal Komplek Makam Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Makam Daeng Marewah, Makam Daeng Celak, dan Istana Kota Lama (Kota Rebah).
Salah seorang siswa, Humaira Ramadhan (11) mengaku senang dapat mengikuti wisata sejarah yang diadakan sekolahnya.
“Ya, senang sekali. Karena belum pernah tau ada tempat sejarah di Tanjungpinang,” kata siswa kelas 5 itu.
Dari wisata ini Humaira mengaku punya wawasan terkait sejarah dan budaya yang ada di kota kelahirannya ini.
Ia juga mengaku punya kesadaran dalam menjaga dan melestarikan peninggalan cagar dan budaya.
“Teman-teman yang lain juga harus tau apa saja peninggalan sejarah yang ada di Tanjungpinang. Ayo, kunjungi cagar budaya. Kita bisa belajar sambil berwisata,” ungkapnya.
Bukan yang Pertama

Wisata sejarah bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang ini bukan kegiatan pertama dilakukan pelajar di kota ini.
Kegiatan melibatkan pelajar Tanjungpinang dalam mengenal cagar budaya dan sejarah ini sudah beberapa kali dilaksanakan sepanjang tahun 2023.
Wimmy Dharma Hidayat, selaku Kabid Sejarah dan Cagar Budaya Disbudpar Tanjungpinang menyebut kegiatan ini dijadikan ajang pembelajaran terkait pengenalan sejarah dan budaya lokal kepada siswa-siswi.
Menurutnya, peninggalan budaya sangat penting untuk dilestarikan dalam membangun identitas dan keberagaman sejarah dan budaya yang dimiliki Kota Tanjungpinang.
“Keberadaan cagar budaya merupakan suatu situs bersejarah yang memiliki nilai ilmu pengetahuan penting dan perlu diketahui oleh siswa-siswi.” ujar Wimmy, Selasa (14/3/2023).
Guru SDN 014 Tanjungpinang Barat, Fitri Adeni menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan sekolah dalam mengenalkan budaya lokal kepada siswa-siswi.
“Utamanya jejak sejarah yang masih ada di kota Tanjungpinang,” kata Fitri.
Dengan melihat langsung cagar budaya yang ada, lanjut dia peserta didik diharapkan semakin sadar dan ikut dalam usaha pelestarian cagar budaya yang ada.
Penulis / Editor : Andri Mediansyah






