
Tanjungpinang, MR– Sepuluh orang warga negara Ukraina akan menjalani karantina di Asrama Lembaga Pemantau Mutu Pendidikan (LPMP) Kepri di Tembeling, Bintan, setelah enam diantaranya dinyatakan Positif Covid-19 dari hasil tes swab.
Juru bicara gugus tugas covid-19 Kepri yang juga Plt Kepala Dinas kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana mengatakan, sepuluh WN Ukaraina tersebut terdeteksi saat baru tiba di Bandara Raja Haji Fisabilillah menggunakan Helicopter dari Malaysia, Senin (3/8/20) lalu.
“Mereka dari Malaysia Tujuan Banjarmasin, singgah di Tanjungpinang untuk istirahat dan mengisi bahan bakar. Saat turun dari pesawat petugas karantina kesehatan melakukan pemeriksaan, enam diantaranya reaktif Rapid tes, sehingga langsung di giring ke rumah Sakit Raja Ahmad Tabib untuk dilakukan tes swab dan dikarantian di rumah sakit. Ternyata hasil dari enam WN Ukraina tersebut Positif” jelas Tjetjep di RSUD RAT, Rabu (5/8/20).
Lebih lanjut Tjetjep menjelaskan, setelah enam WN Ukraina dinyatakan Positif, tim gugus tugas kembali melakukan tracking terhadap empat WN Ukraina yang sebelumnya dinyatakan non reaktif rapid tes di bandara, dan sudah menginap di salah satu hotel di Tanjungpinang.
“Untuk mengantisipasi, empat WN Ukraina lainnya, kami lakukan tes swab, dan masih menunggu hasil” lanjutnya.
Tjetjep juga menambahkan, kesepuluh WN Ukraina tersebut saat ini menjalani karantina di RSUD RAT. Rencananya mereka akan dibawa ke asrama LPMP Kepri di Bintan untuk menjalani karantina lanjutan, karena kapasitas rumah singgah dan ruang di RSUD RAT sudah penuh.
“Kapasitas rumah singgah dan ruang di rumah sakit ini sudah penuh, mereka (WN Ukraina) akan kita pindahkan ke asrama LPMP di Bintan, sampai mereka dinyatakan sembuh” tambah Tjetjep.
Tim gugus tugas Covid-19 juga menghimbau kepada masyarakat Kepri untuk tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan karena jumlah pasien civid-19 di Kepri saat ini melonjak. Red






