Tanjungpinang, mejaredaksi – Dalam rangka mengejar sisa 700.000 kunjungan dari target 1,7 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan target 2,4 juta wisatawan nusantara, Pemerintah Provinsi Kepri siap menggelar 14 event akbar sepanjang bulan Oktober 2025.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri telah menyiapkan strategi ‘All Out’ dengan menggelar setidaknya 14 event akbar sepanjang bulan Oktober, yang diharapkan menjadi penarik wisman dan wisnus dan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Kepala Dispar Kepri, Hasan, menyatakan bahwa per September 2025, Kepri masih harus mengejar sekitar 700 ribu kunjungan wisman untuk mencapai sasaran.
Oleh karena itu, rentetan event pada Oktober ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis yang sangat penting untuk menutupi defisit target tersebut.
“Target kunjungan wisman 2025 ini sebanyak 1,7 juta kunjungan. Saat ini kita tinggal mengejar sekitar 700 ribu kunjungan lagi untuk memenuhi target,” tegas Hasan saat menggelar konferensi pers bersama para pelaku pariwisata di Manabu Cafe, Tanjungpinang, Selasa (30/9/2025).
Rangkaian acara akan dibuka dengan pameran dagang pariwisata besar, Kepri Tourism Expo 2025, yang berlangsung pada 1–5 Oktober. Momentum ini langsung dilanjutkan dengan berbagai event wisata dan budaya berkelas internasional yang siap memikat turis mancanegara maupun lokal.
Event yang digelar tersebut meliputi Nongsa Resort Fun Rally di Batam (4 Oktober), Bintan Triathlon di Bintan (4–5 Oktober), Wonderful Kepri Fun Fishing di Bintan (10–11 Oktober), Asean Master Downhill di Batam (11–12 Oktober), Road To Give di Bintan (12 Oktober).
Selain itu, nuansa seni dan budaya juga akan kental mewarnai Kepri dengan hadirnya Pekan Rasa Melayu di Batam (24–25 Oktober), Wanderfood Kepri di Tanjungpinang (18–19 Oktober), Festival Sastra Gunung Bintan (28-31 Oktober), dan Festival Kopi Merdeka di Tanjungpinang (22-26 Oktober).
Acara lain yang tak kalah menarik meliputi Event Bintan Rhytmic Adventure/ Brave di Bintan (18 Oktober), Indigo Bintan Festival, serta dua event lainnya di Tanjungpinang yaitu Pawai Budaya dan Mobil Hias di Tanjungpinang (12 oktober) dan Parade Tari Melayu (18 Oktober).
Sudut pandang lain yang menjadi fokus Dispar Kepri adalah dampak multiplier ekonomi dari perhelatan akbar ini. Kolaborasi dengan sejumlah pelaku pariwisata di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang telah dilakukan secara intensif.
“Event ini tidak hanya tentang target angka wisman, tapi juga tentang bagaimana kita memberi napas segar kepada para pelaku pariwisata, mulai dari hotel, restoran, transportasi, hingga UMKM lokal,” jelas Hasan.












