
Tanjungpinang, mejaredaksi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, Kepri mencatat sebanyak 400 warga mengidap gangguan jiwa hingga September 2024. Faktor utama yang memicu gangguan tersebut berkisar dari masalah percintaan hingga ekonomi.
Kepala Dinkes Tanjungpinang, Rustam mengatakan, ratusan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tersebut saat ini menjalani perawatan di rumah masing-masing.
“Untuk rujukan perawatan dilakukan di RSJ Tanjung Uban, sementara rawat jalan bisa di RSUD kota. Keluarga rutin mengambil obat,” kata Rustam, Senin (30/9/2024).
Rustam menjelaskan bahwa ODGJ ini berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari remaja hingga lanjut usia (lansia).
Remaja umumnya mengalami gangguan jiwa akibat putus cinta, sementara pada orang dewasa, penyebabnya lebih bervariasi, seperti kegagalan dalam pernikahan, masalah ekonomi, atau usaha yang gagal.
Sedangkan lansia cenderung mengalami gangguan karena kesepian dan merasa ditinggalkan oleh anak-anak mereka.
Rustam menambahkan bahwa gangguan jiwa ini bersifat kronis dan tidak bisa sembuh sepenuhnya, namun dengan perawatan dan dukungan, emosi mereka bisa dikendalikan.
“Gangguan bisa kambuh lagi jika mereka tidak mendapat dukungan dari keluarga,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya peran keluarga dalam merawat ODGJ, mengingat masih banyak yang menganggap mereka sebagai beban.
“Mereka bisa stabil dengan dukungan yang baik dari keluarga, tetapi sayangnya, masih ada yang menganggap ODGJ sebagai beban,” pungkas Rustam.
Penulis: Ismail | Editor: Ismail












