Tanjungpinang,mejaredaksi – Setelah sempat langka dan sulit ditemukan di sejumlah toko dalam beberapa pekan terakhir, pasokan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita di Tanjungpinang kini mulai kembali normal.
Distributor memastikan ketersediaan stok dalam kondisi mencukupi dan penyaluran ke berbagai wilayah sudah mulai dilakukan.
Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok (Adibapok) Tanjungpinang-Bintan, M. Sadmi Al Qayum, mengungkapkan bahwa sebanyak 8.800 dus Minyakita yang didatangkan dari Medan dan Dumai telah tiba di Pelabuhan Kijang.
Dari total pasokan tersebut, sekitar 4.400 dus langsung disalurkan secara bertahap ke pangkalan, toko sembako, hingga swalayan yang tersebar di Tanjungpinang, Bintan, Karimun, dan Lingga.
“Barang sebetulnya sudah tiga sejak sabtu lalu, namun proses bongkar muat tertunda akibat cuaca. Dan hari ini seluruh stok sudah masuk ke Gudang dan siap distribusikan,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, kelangkaan Minyakita yang terjadi beberapa waktu terakhir disebabkan berkurangnya pasokan dari pabrik hingga sekitar 50 persen.
Kondisi tersebut dipicu gangguan teknis berupa pemadaman listrik di wilayah Medan yang berdampak pada proses produksi.
Selain faktor produksi, distribusi juga menghadapi hambatan karena lamanya waktu pengiriman melalui jalur laut yang dapat mencapai dua hingga tiga pekan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak distributor bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri serta Pemerintah Kepri melakukan koordinasi guna menambah kapasitas angkut.
“Kuota angkut yang sebelumnya sekitar 6 ribu ton kini ditingkatkan menjadi 12 ribu ton. Kendala utama yang selama ini menghambat distribusi mulai teratasi sehingga pasokan diharapkan kembali stabil,” jelasnya.
Seiring membaiknya ketersediaan barang, perhatian kini diarahkan pada pengawasan harga jual di pasaran.
Distributor mengingatkan para pedagang agar tetap mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan penjualan Minyakita dengan harga melebihi ketentuan.
“Stok sudah mulai aman. Yang perlu dijaga sekarang adalah harga tetap sesuai aturan agar masyarakat bisa memperoleh Minyakita dengan harga yang wajar,” tutupnya.











