Belawan,mejaredaksi – Video seorang wanita yang diduga mengalami kekerasan di Belawan viral di media sosial. Polisi langsung bergerak menelusuri kebenaran informasi tersebut.
Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan kemudian mengamankan seorang pria berinisial EFS (21) yang diduga melakukan penganiayaan terhadap korban EW (23).
EFS ditangkap pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 00.35 WIB. Penangkapan dilakukan setelah polisi mendapat informasi mengenai keberadaan pria tersebut.
Kasus ini bermula dari video yang beredar dengan narasi seorang perempuan diseret di kawasan Belawan. Dalam unggahan itu juga disebut korban diduga diperas untuk mencari uang membeli narkoba.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo mengatakan pihaknya tidak langsung mempercayai informasi tersebut. Polisi terlebih dahulu melakukan pengecekan dan penyelidikan.
“Setelah mengetahui adanya informasi tersebut, kami langsung melakukan pengecekan dan penyelidikan untuk memastikan kebenaran kejadian,” ucapnya.
Dari penyelidikan Unit PPA Sat Reskrim yang dipimpin Ipda Anci Sinaga, polisi akhirnya memperoleh informasi mengenai keberadaan EFS. Petugas kemudian mengamankan tersangka.
Penganiayaan itu sendiri disebut terjadi pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan KL Yos Sudarso, Belawan.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, EFS mengakui telah menjambak rambut, memukul serta menyeret korban. Tindakan tersebut diduga dipicu emosi dan kecurigaan tersangka terhadap korban.
“Motif sementara adalah karena tersangka merasa emosi dan curiga korban berselingkuh,” jelasnya.
Polisi juga melakukan tes urine terhadap EFS. Hasil pemeriksaan menunjukkan tersangka positif mengonsumsi narkoba. Namun polisi masih mendalami keterkaitan hasil tersebut dengan perkara penganiayaan.
Saat ini EFS masih menjalani proses penyidikan. Polisi juga terus memeriksa keterangan korban dan saksi untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian.
Ia menegaskan setiap informasi dugaan tindak pidana yang beredar di media sosial akan ditindaklanjuti untuk memastikan kondisi sebenarnya.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya tindak kekerasan,” pungkasnya.






