Tuntut UMK Batam 2022 Naik 7 Persen, Ratusan Buruh Demo di Kantor Gubernur Kepri

Ratusan buruh menggelar aksi demo di kantor Gubernur Kepulauan Riau Dompak Tanjungpinang, Senin (29/11/2021).

Tanjungpinang, MR – Ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh Kota Batam, menggelar aksi demo di kantor Gubernur Kepulauan Riau Dompak Tanjungpinang, Senin (29/11/2021).

Dihadang pagar kawat berduri dengan mendapat pengamanan ketat aparat Kepolisian, Polres Tanjungpinang dibantu Brimob Polda serta anggota TNI. Ratusan buruh tersebut, menyampaikan tuntutan untuk menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kepri sesuai dengan ketentuan dan Upah Minimum Kota (UMK) Kota Batam 2021.

“Kita minta UMK Batam 2022 minimal naik 7 persen atau sekitar Rp 280 ribu sehingga nanti ketika ditotal menjadi Rp 4,5 juta,” ujar Koordinator Lapangan aksi, Suprapto.

Dikatakan Suprapto, bahwa kenaikan UMK Batam 2022 sebesar 7 persen tersebut dinilai hal yang wajar. Karena pertumbuhan ekonomi dan inflasi Kepri juga telah membaik. Sehingga harga bahan pokok saat ini juga telah mengalami kenaikan.

“Kami merasakan saat ini, menurut kami UMK saat ini sangat kurang. Kalau gubernur tidak mau memenuhi tuntutan kami, kami akan menginap di sini. Kami minta gubernur menerbitkan SK baru untuk UMK Batam 2021,” ujarnya.

Dari pantauan dilokasi, pihak pengamanan TNI/Polri serta Satpol PP Provinsi Kepri terus melakukan penjagaan di depan pintu masuk Kantor Gubernur Kepri di Dompak. Selain itu, seluruh pintu masuk Komplek Pemprov Kepri ditutup dengan kawat berduri oleh Polisi.

Kepada massa yang melakukan aksi demo, Kepala Unit (Kanit) Binmas Polres Tanjungpinang Ipda Hilman, juga menghimbau agar buruh dalam melakukan aksinya tetap menjaga protokol kesehatan.

“Kepada rekan buruh agar tetap dijaga Protokoler kesehatan. Mudah-mudahan perwakilan dari Buruh nantinya dapat bertemu dengan bapak Gubernur,” pungkasnya.

Hingga siang menjelang sore, aksi ratusan buruh masih tetap bertahan di kantor Gubernur Kepri. Sementara dari pihak pemerintah Kepri belum ada yang menemui para buruh. Bar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *