Angoli, Kerapu hingga Ikan Kakatua Warnai Ekspor Perikanan Kepri ke Australia

Tanjungpinang, mejaredaksi – Upaya memperluas pasar komoditas perikanan Kepulauan Riau terus menunjukkan hasil positif. Karantina Kepulauan Riau memastikan ratusan kilogram ikan segar yang diekspor dari daerah ini telah memenuhi standar kesehatan dan mutu yang ditetapkan negara tujuan.

Melalui Satuan Pelayanan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, sebanyak 759,45 kilogram ikan segar diberangkatkan menuju Australia dengan nilai ekonomis mencapai Rp118 juta, Sabtu (7/3/2026).

Komoditas yang dikirim terdiri dari berbagai jenis ikan bernilai tinggi, di antaranya 503,05 kg fresh goldband snapper H&G, 175,70 kg goldband snapper fillet skin on, 31,65 kg goldband snapper fillet skin off, 23,70 kg parrot fish fillet skin on, serta 25,35 kg coral trout whole.

Pengiriman ini menjadi ekspor kedua ikan segar jenis angoli dan kerapu, sekaligus menandai penambahan komoditas baru berupa ikan kakatua (parrot fish) yang mulai menembus pasar Australia.

Sebelum diberangkatkan, petugas Karantina Kepri melakukan serangkaian tindakan karantina untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga. Pemeriksaan dilakukan mulai dari pemeriksaan fisik, dokumen, uji organoleptik, hingga pengujian penyakit RSIVD (Red Sea Bream Iridovirus Disease).

Kepala Karantina Kepri, Hasim, menegaskan bahwa setiap komoditas perikanan yang akan menembus pasar internasional wajib melalui prosedur karantina yang ketat.

“Setiap komoditas perikanan yang akan diekspor wajib melalui tindakan karantina. Kami memastikan ikan yang dikirim telah memenuhi persyaratan kesehatan dan mutu sehingga dapat diterima oleh negara tujuan,” ujarnya.

Proses ekspor juga telah memanfaatkan sistem Single Submission – Quarantine and Customs (SSm-QC) yang terintegrasi guna mempercepat pelayanan dan memastikan kelancaran pengiriman.

Ekspor ini turut mendapat dukungan pemerintah daerah dan dilepas oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad yang diwakili Ketua TP PKK Kepri Dewi Kumalasari Ansar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *