Bintan,mejaredaksi -Mengantisipasi dampak kabut asap, Bupati Bintan Roby Kurniawan menginstruksikan sekolah jenjang TK, SD, dan SMP melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 September 2026.
Kebijakan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Roby bersama perangkat daerah, instansi terkait dan seluruh camat se-Kabupaten Bintan, Senin (14/9/2026).
Rapat digelar secara luring dan daring untuk menyatukan langkah pemerintah dalam menghadapi kondisi kabut asap sekaligus menekan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Ia mengatakan keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam mengambil langkah tersebut.
“Kita harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Karena itu, seluruh instansi terkait harus bergerak bersama, melakukan pemantauan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai kondisi di lapangan,” ucapnya.
Untuk sektor pendidikan, PJJ diterapkan selama tiga hari sebagai upaya mengurangi aktivitas dan mobilitas pelajar di luar rumah ketika kabut asap masih menyelimuti wilayah Bintan.
Proses belajar tetap dilaksanakan meski siswa tidak datang ke sekolah. Masing-masing satuan pendidikan dapat menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi dan kemampuan yang tersedia.
Pembelajaran dapat dilakukan secara daring menggunakan Zoom Meeting maupun platform lainnya. Guru juga dapat memberikan tugas kepada siswa sesuai tahapan dan materi pembelajaran yang sedang berlangsung.
Kebijakan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi pemerintah untuk melihat perkembangan kondisi kabut asap dalam beberapa hari ke depan sebelum menentukan langkah selanjutnya.
“Tiga hari ke depan kita gunakan untuk melihat perkembangan kondisi ini,” tegasnya.
Di luar sektor pendidikan, Bupati Bintan meminta seluruh instansi terkait melakukan pemantauan secara intensif dan melaporkan perkembangan kondisi di wilayah masing-masing.
Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah, pemerintah mengingatkan pentingnya menggunakan masker.
Ia menegaskan hasil pemantauan selama pelaksanaan PJJ akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menentukan kebijakan berikutnya.
“Saya minta seluruh instansi terkait terus melakukan pemantauan, berkoordinasi dan melaporkan perkembangannya, sehingga kita bisa menentukan langkah selanjutnya berdasarkan kondisi yang ada,” pungkasnya.












