
Tanjungpinang, mejaredaksi – Dinas Perhubungan (Dishub) Tanjungpinang belum bisa memastikan, kapan pihaknya akan membangun lampu peringatan di simpang tiga antara Jalan Ahmad Yani dan Sungai Carang.
Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Tanjungpinang, Savran mengatakan pihaknya memang ada rencana untuk pembangunan rambu-rambu di pertigaan tersebut.
Namun, hal itu harus dipertimbangkan lagi. Lantaran masih banyak rencana yang belum terakomodir, dikarenakan faktor anggaran.
“Alasannya klasik, masalah anggaran. Kemarin juga dilakukan pemotongan anggaran kegiatan 62 persen karena defisit,” kata Savran, Rabu (5/6).
Savran menerangkan, untuk membangun rambu berupa lampu peringatan perlu adanya analisa terlebih dahulu. Termasuk, adanya keluhan masyarakat terkait rawannya kecelakaan di lokasi itu.
“Anggarannya cukup memakan biaya di sana harus dihitung kabelnya, listriknya, dan alat lainnya,” ungkap Savran.
Dari pemberitaan sebelumnya, Salah seorang warga sekitar, Ratna mengatakan bahwa pertigaan antara Jalan Ahmad Yani dan Jalan Sungai Jang itu setiap hari ramai dilintasi pengendara. Apalagi waktu jam pulang kerja.
Ratna mengatakan, di pertigaan ini memang kerap terjadi kecelakaan. Baik melibatkan kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Di sini sering kecelakaan, apalagi sore pas jalanan lagi padat saat jam pulang kerja,” kata Ratna, Selasa (4/6).
Ratna yang kerap melintasi pertigaan itu pun harus was-was. Sebab, di jalan tersebut kecelakan terjadi pada pagi, siang dan malam.
“Dulu ada korban orang tua yang meninggal, ada anak sekolahan juga ada yang meninggal. Pokonya tak terhitunglah,” ungkap Ratna.
Seringnya terjadi kecelakaan lalu-lintas, menurut Ratna pihak terkait perlu memasang rambu-rambu di simpang tiga tersebut. Terlebih lagi, di kawasan tersebut terdapat sekolah.
“Harusnya ada rambu-rambu, lampu kuning aja tanda harus pelan. Dari dulu sejak 1994 tinggal di sini bentuk jalannya gitu aja, nggak pernah dipasang lampu lalu lintas,” tambahnya.
Penulis: Ismail
Editor: Andri











