
Batam, MR – Sebanyak 195 Pekerja Migran Indonesia (PMI) saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) karena terkonfirmasi positif Covid-19.
Pjs Kapenrem 033 Mayor Inf Reza Fahlevi menyampaikan bahwa hingga 15 Oktober 2021 tercatat sebanyak 1.414 orang PMI melaksanakan karantina setelah tiba ke Indonesia, melalui Provinsi Kepri.
“Dari jumlah tersebut sebanyak 195 orang pekerja migran, sedang dirawat di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang. Karena terkonfirmasi positif Covid-19,” ujar Mayor Inf Reza Fahlevi, Jumat (15/10/2021).
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini PMI tersebut juga sedang melaksanakan karantina di tiga rusun. Untuk di Rusun Pemkot Batam Tanjunguncang sebanyak 427 orang, di Rusun BP Batam Tanjunguncang sebanyak 472 orang dan di Rusun Pemkot Putra Jaya sebanyak 198 orang.
“Kemudian untuk PMI yang menjalani karantina mandiri (8 hotel yang sudah di tetapkan) sebanyak 82 orang, Shelter P4TKI Batam Kota 40 Orang,” jelasnya kembali.
Pada Kamis (14/10/2021), kata Mayor Inf Reza Fahlevi, ada pemulangan sebanyak 224 PMI dari Singapura dan Malaysia melalui pelabuhan Internasional Batam Center.
Berdasarkan data dari Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Penanganan Covid-19 Daerah Perlintasan di Wilayah Provinsi Kepri. Pada pukul 12.52 Wib, tiba dari Tanah Merah Singapura, jumlah penumpang 11 orang (8 WNI, 3 WNA). Dan pada pukul 13.50 Wib, tiba dari Tanah Merah Singapura, jumlah penumpang 37 orang (34 WNI & 3 WNA). Sementara itu pada pukul 17.15 Wib, tiba dari Setulang Laut Malaysia, jumlah penumpang 176 orang (175 WNI & 1 WNA).
“Seluruh PMI yang baru tiba langsung dilakukan swab antigen. Dari hasil swab antigen terdapat 1 orang terdampak positif kemudian langsung di bawa ke RSKI Pulau Galang,” katanya.
Seluruh petugas yang tergabung dalam satuan tugas penanganan pemulangan PMI ke indonesia masih terus di laksanakan demi memutus penyebaran virus covid 19 di indonesia.
“Dengan ini saya sampaikan kepada masyarakat tetap waspada jangan pernah sepeleh Covid-19. Mungkin saat ini sudah mulai menurun, tapi tetap jaga kesehatan, selalu patuhi protokol kesehatan, agar tidak meluas, caranya gunakan masker, jaga jarak, cuci tangan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga menyampaikan sesuai dengan aturan, setiap PMI yang tiba di pelabuhan internasional Batam harus melaksanakan tes usap Covid-19. Apabila hasilnya positif, maka harus dirawat di RSKI Pulau Galang.
“Meskipun hasilnya negatif, tetap wajib menjalani karantina di lokasi yang sudah disiapkan. Dalam kurun waktu hari ketujuh karantina, dilakukan pemeriksaan tes usap yang kedua. Jika negatif, baru diperbolehkan pulang ke daerah asal,” ujar Ansar belum lama ini.
Ansar juga berharap penanganan dan pengendalian penyebaran Covid-19 dari kepulangan para WNI maupun PMI, baik yang secara resmi maupun yang dideportasi dapat berjalan lebih optimal.
“Kita berharap, dengan berbagai penanganan dan antisipasi yang dilakukan pemerintah dan Satgassus Penanganan Covid-19 Kepri, terhadap PMI yang kembali ke Tanah Air, maka dapat mencegah masuknya varian baru Covid-19 ke wilayah Kepri,” tutupnya. Bar






